Tekno  

Penderita Hipertensi Wajib Tahu! Atur Garam dan Obat Saat Ramadan

Menjaga tekanan darah tetap stabil saat puasa jadi tantangan bagi penderita hipertensi, terutama ketika pola makan saat sahur dan berbuka tidak terkontrol.
Menjaga tekanan darah tetap stabil saat puasa jadi tantangan bagi penderita hipertensi, terutama ketika pola makan saat sahur dan berbuka tidak terkontrol.

Jakarta – Bagi orang dengan hipertensi, menjalani ibadah puasa membutuhkan perhatian ekstra, khususnya dalam menjaga tekanan darah tetap stabil. Perubahan jadwal makan saat sahur dan berbuka bisa memicu kenaikan tekanan darah jika tidak diimbangi dengan pola konsumsi yang tepat.

Asupan garam berlebihan, makanan instan, serta kebiasaan makan yang kurang sehat saat berbuka kerap menjadi pemicu lonjakan tekanan darah secara mendadak.

Dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata menjelaskan bahwa pengendalian hipertensi selama puasa sangat bergantung pada pengaturan konsumsi garam serta pemilihan menu yang tepat, baik ketika sahur maupun berbuka.

Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan penderita hipertensi agar tekanan darah tetap terkendali selama Ramadan:

1. Kurangi makanan tinggi garam

Pembatasan garam menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Konsumsi natrium berlebih dapat meningkatkan tekanan darah sekaligus membebani kerja jantung.

Makanan seperti kerupuk, keripik, ikan asin, telur asin, hingga produk kalengan sebaiknya dihindari. Produk olahan umumnya mengandung kadar garam tinggi, sehingga jika sering dikonsumsi dapat memperbesar risiko tekanan darah melonjak, apalagi saat tubuh sedang menyesuaikan diri dengan pola makan puasa.

2. Tetap disiplin minum obat

Menjalani puasa tidak berarti menghentikan pengobatan hipertensi. Obat tetap harus diminum sesuai anjuran dokter.

Jika perlu penyesuaian jadwal konsumsi obat, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis agar tekanan darah tetap stabil sepanjang hari.

3. Perbanyak buah segar

Konsumsi buah dianjurkan karena kandungan kaliumnya membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh. Kalium berperan dalam menjaga tekanan darah agar tidak mudah meningkat.

Buah bisa disantap setelah tarawih atau saat sahur dengan porsi wajar, kira-kira sebesar satu kepalan tangan orang dewasa. Namun, sebaiknya buah dikonsumsi dalam bentuk utuh, bukan jus. Proses pembuatan jus sering kali mengurangi kandungan serat dan meningkatkan kadar gula.

Padahal, serat penting untuk memberikan rasa kenyang lebih lama serta membantu melancarkan pencernaan.

Dengan pengaturan pola makan yang tepat, penderita hipertensi tetap dapat berpuasa dengan aman. Mengurangi garam, memperbanyak buah utuh, dan tetap patuh pada terapi obat menjadi kunci agar tekanan darah tidak melonjak selama Ramadan. Selain menjaga kesehatan, kebiasaan ini juga dapat membentuk pola makan yang lebih sehat ke depannya.(BY)