Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menerima Tanda Penghargaan Adibhakti Sanapati dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai bentuk apresiasi atas jasa, darma bhakti, serta komitmen dalam penguatan keamanan siber dan persandian nasional.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi dalam kegiatan ceramah umum Kasau di lingkungan BSSN, Rabu (18/2/2026).
Dalam sambutannya, Kasau menyampaikan bahwa penghargaan yang diterimanya merupakan apresiasi terhadap kerja kolektif seluruh prajurit TNI Angkatan Udara yang secara konsisten berkontribusi dalam memperkuat keamanan siber nasional.
“Penghargaan ini bukan semata-mata untuk pribadi, melainkan untuk seluruh prajurit TNI AU yang terus berkomitmen menjaga dan mengamankan ruang siber sebagai bagian dari pertahanan negara,” ujar Kasau.
Siber sebagai Domain Kelima Peperangan
Dalam ceramah umumnya, Kasau menegaskan bahwa ruang siber telah berkembang menjadi domain kelima peperangan setelah darat, laut, udara, dan luar angkasa. Menurutnya, penguasaan dan pengamanan domain siber menjadi faktor penentu dalam keberhasilan operasi militer modern.
Ia menjelaskan, berbagai konflik global menunjukkan bahwa serangan siber kerap dilakukan sebelum serangan fisik, baik melalui serangan terbuka maupun infiltrasi senyap dalam jangka panjang. Serangan tersebut berpotensi melumpuhkan sistem komunikasi, mengganggu sistem komando dan kendali, serta memengaruhi proses pengambilan keputusan strategis.
“Kegagalan mengamankan domain siber, khususnya pada fase awal konflik, dapat berdampak langsung terhadap efektivitas operasi di medan nyata,” tegasnya.
Penguatan Kapabilitas dan Kolaborasi
Kasau menekankan bahwa pertahanan siber bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian integral dari kesiapsiagaan pertahanan udara nasional. Oleh karena itu, TNI Angkatan Udara terus memperkuat kemampuan siber melalui pengembangan sumber daya manusia, penguatan organisasi dan satuan siber, peningkatan sistem deteksi serta respons terhadap ancaman, hingga integrasi domain siber dalam latihan dan operasi multi-domain.
Selain itu, Kasau juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan BSSN, dalam menghadapi dinamika ancaman siber yang semakin kompleks dan berkembang cepat.
Sinergi antara TNI Angkatan Udara dan BSSN diharapkan terus diperkuat melalui kolaborasi strategis dalam pengembangan SDM, modernisasi sistem keamanan siber, serta integrasi penanganan insiden. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan ketahanan nasional dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan dinamis.
(ard)












