Lubuk Sikaping – Kabupaten Pasaman telah menetapkan pariwisata sebagai sektor andalan dalam pengembangan dan pembangunan ke depan. Upaya ini didasarkan pada pemetaan potensi kawasan yang telah melalui kajian dan pertimbangan yang matang.
Salah satu kawasan yang sedang dipersiapkan menjadi destinasi wisata unggulan di kabupaten ini adalah Bonjol. “Bonjol sedang dalam tahap persiapan menjadi kawasan wisata terpadu di Pasaman,” kata Wakil Bupati (Wabup) Pasaman, Sabar AS.
Mengapa Bonjol dipilih? Menurut Sabar, Bonjol memiliki sejumlah spot wisata menarik yang sudah ada sejak lama. Upaya pembenahan dilakukan untuk memberikan nilai jual yang tinggi pada semua destinasi tersebut.
“Kami telah melakukan studi kelayakan terkait hal ini,” tambah Wabup Sabar. Studi kelayakan tersebut menyimpulkan bahwa Bonjol layak menjadi kawasan wisata terpadu.
Setelah studi kelayakan, dilakukan pula penyusunan master plan. “Master plan ini telah selesai dibuat,” kata Sabar, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Pasaman.
Langkah selanjutnya adalah melakukan eksekusi untuk mengimplementasikan konsep-konsep pengembangan yang telah disiapkan. “Alhamdulillah, langkah-langkah tersebut sudah mulai dilaksanakan secara bertahap.”
Wabup Sabar menjelaskan bahwa salah satu langkah pembenahan yang sedang dilakukan adalah pembangunan planetarium di tugu khatulistiwa yang berlokasi di Bonjol. “Pekerjaan fisiknya sedang berlangsung,” tambahnya.
Pembangunan planetarium ini mendapat dukungan dana dari APBD Sumatera Barat. Dari total dana sebesar Rp20 miliar yang diperlukan, sebesar Rp12 miliar berasal dari APBD Pasaman, sedangkan sisanya Rp8 miliar didukung oleh APBD Sumatera Barat.
“Kami juga sedang mempersiapkan destinasi wisata edukasi di tugu khatulistiwa tersebut,” lanjutnya. Di masa depan, kawasan ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran astronomi selain menjadi tujuan wisata.
Pembenahan tugu khatulistiwa merupakan pengembangan dari apa yang telah ada selama ini. Dua kali setahun, yaitu pada bulan Maret dan September, akan dilakukan kegiatan menyaksikan fenomena alam yang disebut titik kulminasi matahari.
Selain itu, sedang dilakukan juga pembukaan jalan dari Suliki di Kabupaten Limapuluh Kota menuju Bonjol. “Langkah ini diharapkan akan memudahkan wisatawan untuk mengunjungi Pasaman,” jelasnya.
Setelah jalan selesai dibangun, akan tercipta pintu masuk baru menuju Pasaman, termasuk Bonjol. “Kedepannya, Bonjol akan menjadi magnet bagi wisatawan dengan sejumlah spot wisata menarik,” tambahnya. (spa)












