Kolam Penampungan Jadi Lokasi Kematian Anak di Sumsel

Petugas memasang garis polisi di lokasi
Petugas memasang garis polisi di lokasi

JakartaTragedi menimpa dua anak di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Keduanya tewas tenggelam saat berenang di sebuah kolam penampungan milik warga di Jalan Melati 4, Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Selasa (3/2/2026).

Korban yang meninggal diketahui bernama Azhar (7) dan Beni (9). Peristiwa tragis ini terjadi saat mereka berenang bersama teman-temannya di kolam tersebut.

Kapolsek Lubuklinggau Utara I, Iptu Sumardi Candra, menjelaskan bahwa informasi awal diperoleh dari laporan warga. Saat kejadian, empat anak SD sedang berenang, namun hanya dua orang yang berhasil selamat.

“Awalnya mereka berenang berempat, tetapi Azhar dan Beni tenggelam. Dua teman yang selamat kemudian melapor kepada warga. Sayangnya, kedua korban tidak berhasil diselamatkan,” ujar Sumardi, dikutip dari iNews Palembang, Rabu (4/2/2026).

Anak-anak yang selamat langsung meminta pertolongan warga sekitar. Saat warga tiba di lokasi, kedua korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Keluarga sempat membawa Azhar dan Beni ke puskesmas terdekat, namun pihak medis memastikan keduanya telah meninggal dunia.

“Diduga korban tidak bisa berenang, karena ini pertama kali mereka mencoba berenang di kolam tersebut,” tambah Sumardi.

Kolam tempat kejadian diduga dibuat oleh pemilik sebagai penampungan air dan berada agak jauh dari permukiman warga. Meskipun telah dipagari kawat berduri, dugaan sementara terdapat bagian pagar yang rusak atau dipotong, sehingga anak-anak bisa masuk ke area kolam.

“Menurut keterangan warga, kolam memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter dengan luas 4×6 meter. Ada bagian pagar yang jebol dan diduga dari situ mereka masuk,” jelas Sumardi.

Saat ini, kedua korban telah dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Sementara itu, lokasi kolam penampungan telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.(des*)