Jakarta – Geely Auto Indonesia mulai menyalurkan Geely EX2 ke jaringan diler di seluruh Indonesia. Sejak peluncurannya pada 20 Januari lalu, mobil listrik ini telah menerima lebih dari 2.000 pemesanan.
Distribusi Pertama Dimulai
Dalam tahap awal, sebanyak 1.000 unit Geely EX2 diproduksi oleh PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta dan dikirim ke diler resmi Geely di berbagai wilayah Indonesia.
Meski baru hadir di Indonesia, Geely EX2 telah mencatat prestasi penjualan yang tinggi di China, dengan total 465.775 unit terjual sepanjang 2025.
“Respon konsumen terhadap Geely EX2 sangat positif, berkat harga yang kompetitif dan teknologi inovatif yang kami tawarkan. Pengiriman 1.000 unit pertama mencakup 40 diler di Pulau Jawa dan luar Jawa, dengan serah terima ke konsumen mulai akhir Januari. Kami berkomitmen mempercepat produksi lokal agar permintaan yang terus meningkat dapat terpenuhi,” ungkap CEO Geely Auto Indonesia, Wu Chuxing, melalui keterangan resmi pada Minggu (1/2/2026).
Strategi Lokal dan Adaptasi Jalan Indonesia
Geely menerapkan strategi lokalisasi secara berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Untuk Geely EX2, perusahaan bekerja sama dengan produsen lokal dalam penyediaan battery cell dan mencapai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 46,5%.
Mobil ini juga disesuaikan dengan kondisi jalan di Indonesia. Chassis-nya diatur agar nyaman di berbagai kondisi, mulai dari jalan bergelombang hingga berlubang. Selain itu, sistem blind spot detection (BSD) dikembangkan khusus untuk menghadapi kepadatan sepeda motor di lalu lintas lokal. Fitur transparent chassis view 540 derajat juga memudahkan pengemudi menavigasi jalan sempit maupun padat.
Desain dan Harga Menarik
Untuk eksterior, Geely menghadirkan warna pink yang terinspirasi dari Pink Beach di Lombok, mencerminkan gaya dan tren generasi muda.
Selama masa peluncuran, Geely memberikan harga spesial untuk Geely EX2. Varian Pro dibanderol Rp229,9 juta dan varian Max Rp259,9 juta. Penawaran ini berlaku hingga 15 Februari 2026 dengan ketentuan berlaku.(BY)












