Jakarta – Jus jeruk sering dianggap sekadar minuman penyegar di pagi hari, padahal manfaatnya bagi kesehatan jantung tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain kopi, jus jeruk—baik yang dibuat sendiri di rumah maupun produk siap minum—kerap menjadi pilihan praktis untuk memulai aktivitas, sekaligus menyumbang berbagai nutrisi penting bagi tubuh.
Buah jeruk dikenal mengandung beragam vitamin dan mineral yang berperan dalam menjaga kinerja organ vital, termasuk jantung. Mengonsumsi jus jeruk setiap hari sebenarnya tidak dilarang, asalkan tetap memperhatikan kandungan gulanya. Terutama pada jus jeruk kemasan, kadar gula yang tinggi justru berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolisme yang dapat berdampak pada kesehatan jantung.
Lalu, benarkah jus jeruk memberikan manfaat bagi jantung?
Sejumlah riset mendukung anggapan tersebut. Dikutip dari Very Well Health, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jus jeruk secara rutin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol tinggi sendiri merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.
Selain itu, studi lain menemukan bahwa konsumsi dua gelas jus jeruk per hari selama sekitar 12 minggu mampu membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tekanan darah yang lebih stabil membuat kerja jantung menjadi lebih ringan dan efisien.
Kandungan jeruk yang bermanfaat bagi jantung
Khasiat jus jeruk terhadap kesehatan jantung berasal dari kombinasi zat gizinya. Jeruk mengandung serat, flavonoid, likopen, vitamin C, folat, serta potasium. Masing-masing nutrisi ini memiliki fungsi spesifik dalam menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.
Berikut penjelasannya:
1. Serat
Satu buah jeruk dengan berat sekitar 140 gram dapat memenuhi kurang lebih 10 persen kebutuhan serat harian. Berdasarkan publikasi National Center for Biotechnology Information (NCBI), pola makan tinggi serat dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, obesitas, serta kanker usus besar. Serat membantu mengontrol rasa lapar, menjaga berat badan, dan mengurangi risiko obesitas yang erat kaitannya dengan penyakit jantung.
2. Flavonoid
Jeruk mengandung flavonoid seperti hesperidin dan naringenin. Hesperidin diketahui memiliki efek menurunkan tekanan darah dan sifat antiinflamasi, sementara naringenin berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah serta melindungi sel jantung dari kerusakan akibat radikal bebas.
3. Likopen
Likopen adalah antioksidan kuat yang ditemukan pada beberapa jenis jeruk, seperti jeruk caracara. Senyawa ini membantu melawan stres oksidatif, yang sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung.
4. Vitamin C
Jeruk berukuran 140 gram mampu mencukupi lebih dari 90 persen kebutuhan vitamin C harian. Riset dari NCBI menunjukkan bahwa asupan vitamin C yang cukup dan rutin dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, termasuk dengan menekan peradangan dan menurunkan kolesterol LDL.
5. Folat
Folat berperan penting dalam mengatur kadar homosistein dalam darah. Kadar homosistein yang terlalu tinggi diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, sehingga asupan folat yang cukup membantu menjaga kesehatan jantung.
6. Potasium
Potasium berfungsi membantu mengontrol tekanan darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Meski kandungannya tidak setinggi pada pisang, potasium dalam jeruk tetap memberikan kontribusi positif bagi fungsi jantung.
Meski memiliki banyak manfaat, tidak ada satu jenis makanan atau minuman yang bisa sepenuhnya mencegah penyakit jantung. Konsumsi jeruk atau jus jeruk sebaiknya disertai pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, serta gaya hidup sehat secara menyeluruh.
Dengan konsumsi yang bijak, jus jeruk dapat menjadi pilihan sederhana untuk membantu menjaga kesehatan jantung—tentu dengan tetap mengutamakan keseimbangan gaya hidup.(BY)












