Padang Pariaman – Danantara Indonesia meninjau langsung perkembangan pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara) di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan bersama Komisi VI DPR RI dalam rangka kunjungan kerja guna memastikan percepatan pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Pembangunan Huntara di Batang Anai menjadi salah satu dari empat lokasi prioritas di Sumatera Barat yang direalisasikan secara bertahap. Program ini merupakan bagian dari upaya besar Danantara Indonesia dalam penanganan pascabencana di sejumlah daerah.
Secara keseluruhan, Danantara Indonesia menargetkan pembangunan 1.275 unit hunian sementara yang tersebar di delapan kabupaten/kota di wilayah Sumatera, dengan jumlah terbanyak berada di Aceh Tamiang.
Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menyebut peninjauan lapangan ini sebagai langkah penting untuk memastikan proses penanganan darurat hingga rehabilitasi berjalan sesuai arahan Presiden.
“Penanganan darurat, pemulihan, dan rehabilitasi harus menjadi prioritas utama. Hunian yang kami bangun meskipun bersifat sementara tetap dirancang layak, aman, dan bermartabat agar masyarakat terdampak memiliki tempat tinggal yang manusiawi,” ujar Rohan.
Ia juga mengungkapkan bahwa Danantara Indonesia tengah melakukan evaluasi terhadap sejumlah permintaan tambahan pembangunan Huntara dari kabupaten lain di Sumatera Barat. Evaluasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembahasan skema bantuan jangka panjang, termasuk rencana pembangunan hunian tetap (Huntap).
Pembangunan Huntara di Batang Anai dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) sebagai kontraktor utama dan koordinator pelaksana, dengan melibatkan sinergi berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta dukungan pemerintah daerah setempat.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan efisien yang dilakukan Danantara Indonesia dalam merespons kondisi darurat pascabencana.
“Kami menilai Danantara Indonesia bergerak sangat cepat. Dalam waktu singkat, pembangunan hunian sudah berjalan. Huntara ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain karena kualitasnya sangat layak untuk masyarakat,” katanya.(des*)












