Jakarta– Kepolisian Daerah (Polda) Jambi bersama TNI dan pihak terkait berhasil mengevakuasi delapan pekerja tambang emas ilegal yang meninggal dunia akibat longsor di Kabupaten Sarolangun, Selasa (20/1).
Kepala Bidang Humas Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi Erlan Munaji, menyampaikan pada Rabu (21/1) bahwa seluruh jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Saat ini, delapan korban telah diserahkan kepada keluarga masing-masing,” kata Erlan.
Meski proses evakuasi utama telah rampung, tim gabungan Polri, TNI, dan instansi terkait masih berada di lokasi untuk melakukan penyisiran lanjutan, memastikan tidak ada korban tambahan yang tertimbun material longsor. Petugas juga melakukan pembersihan area tambang.
Bencana ini menimbulkan total 12 korban, delapan meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka yang telah mendapatkan perawatan medis. Longsor terjadi di Dusun Mengkadai, Desa Temenggung, Kecamatan Limun, sekitar pukul 17.00 WIB, akibat hujan deras yang membuat struktur tanah menjadi labil dan runtuh, menimpa para penambang yang sedang bekerja di lubang galian.
Lokasi tambang emas ilegal tersebut berada di atas lahan milik warga setempat di Dusun Mengkadai.
Korban yang telah teridentifikasi yakni Kandar (40), Tabri (46), Sila (22), Oto (40), Iril (50), dan Shirun (35). Dua korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Sebanyak 123 personel gabungan dikerahkan dalam operasi evakuasi dan pencarian. Aparat kepolisian juga masih memantau situasi dan melakukan penyelidikan terkait aktivitas penambangan emas ilegal di kawasan tersebut.
“Kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya korban lain,” tambah Erlan Munaji.(des*)












