Pelaku Tenun Songket Perlu Regenerasi

Salah seorang penenun songket mempraktikan menenun dalam pameran di Museum Adityawarman, Jumat (29/10).

Padang – UPTD Museum Adityawarman menggelar pameran ragam hias dan makna kain tenun songket tradisional Minangkabau di museum setempat.

Pameran yang berlangsung hingga enam bulan ke depan dibuka Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Barat, Ny Harneli Mahyeldi.

Melihat koleksi songket yang dipamerkan, Harneli Mahyeldi memberikan apresiasi. Dikatakannya, songket ini perlu dioptimalkan karena warisan budaya yang harus dilestarikan.

“Perlu ada regenerasi tanggung jawab pemerintah pelaku produksi songket yang usianya sudah mulai tua,” ucap Harneli seraya memberikan respon baik terhadap pameran ini, karena melihat koleksi songket yang dipamerkan. 

Katanya, jika dulu, songket benang emas hanya orang tertentu saja yang memakainya. Seperti keluarga keturunan kerajaan ataupun masyarakat yang perekonomiannya berle bih. Kini tidak lagi, siapa yang ingin boleh saja.

Baca Juga  Hari Ini, Menag Ajak Seluruh Warga Mengheningkan Cipta untuk Korban Covid-19

Ia berharapkan kalau song ket ini bisa membudaya di Minangkabau. Contohnya, song ket bisa dipakai semua kalangan.

Sementara itu, Kepala UPTD Museum Adityawarman, Dewi Ria mengatakan, songket yang dipamerankan hanya sebagian dari koleksi.

Dikatakannya, terdapat 250 koleksi songket yang ada di museum. Terdiri dari 20 motif songket. “Yang kami tampilkan hanya beberapa saja. Ada sebagian koleksi songket yang tidak layak kami tampilkan karena sudah lama, ada yang robek dan warna sudah muncul,” ucap Dewi Ria seraya mengatakan sebenarnya pameran ini digelar pada Juli lalu, tapi karena pandemi baru bisa terlaksana sekarang.

Pameran ini, bisa dikunjungi siapa saja. Tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga  Hidup Sebatang Kara, Kakek Ini Ditemukan Tewas Membusuk dalam Rumah

Usai pembukaan pameran, terlihat para undangan dari sekolah sekitar kantor museum melihat-lihat koleksi songket yang ditampilkan. “Kami diun dang. Dan anak-anak bisa bela jar tentang warisan budaya melalui pameran. Terlihat ada beberapa motif songket yang ada di ranah Minang ini,” ucap Wakil Sarana dan Prasarana SMA Don Bosco, Limbong. (veri)


Editor : Yuniar