Jakarta – Pemuka agama Habib Rizieq Shihab angkat bicara terkait materi stand up comedy yang dibawakan komika Pandji Pragiwaksono dalam acara Mens Rea. Rizieq menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan kritik terhadap pemerintah yang disampaikan melalui komedi. Namun, ia keberatan pada bagian materi yang menurutnya menyentuh dan merendahkan syariat salat.
Rizieq menilai, kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar dan sah-sah saja, termasuk jika dikemas dalam bentuk candaan. Akan tetapi, ia menekankan bahwa persoalan menjadi berbeda ketika menyangkut ajaran agama.
“Kritik Pandji kepada pemerintah silakan, saya tidak ada masalah. Bentuknya lawakan juga tidak masalah. Yang saya soroti adalah bagian ketika syariat salat dianggap dihina,” ujar Rizieq dalam sebuah video yang diunggah kanal YouTube Islamic Brotherhood Television, Sabtu (17/1/2026).
Mantan imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu menegaskan komitmennya untuk menentang segala bentuk pelecehan terhadap agama. Menurutnya, perbedaan cara menyampaikan pendapat bukanlah persoalan utama.
“Dia mengkritik lewat humor, silakan. Saya menyampaikan lewat dakwah, juga silakan. Ini bukan soal kritik, tapi soal penistaan terhadap syariat salat,” katanya.
Rizieq mengaku tidak gentar meski berpotensi menuai kecaman dari pendukung Pandji. Ia menyatakan sudah terbiasa menerima caci maki dan akan tetap bersuara terhadap hal-hal yang dianggapnya sebagai penistaan agama.
“Saya sudah kebal, tiap hari dicaci maki orang,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati Pandji sebagai seorang pelawak. Bahkan, Rizieq mengaku mendukung kritik-kritik tajam Pandji terhadap pemerintah. Namun, menurutnya, penghormatan itu tidak menghapus keberatannya terhadap materi yang menyentuh ranah ibadah.
“Saya hormati Pandji sebagai komika, saya juga menghargai kritiknya yang pedas kepada pemerintah. Itu bagus, bahkan saya dukung. Yang saya protes hanya satu: penistaan terhadap syariat salat. Titik,” tegasnya.
Pandji Pragiwaksono sendiri tengah menjadi sorotan publik setelah pertunjukan Mens Rea ditayangkan di Netflix. Materi dalam acara tersebut berbuntut laporan ke Polda Metro Jaya. Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.
Pelaporan dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah. Mereka menilai materi yang disampaikan Pandji mengandung unsur merendahkan, memfitnah, serta berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
“Menurut kami, materi tersebut merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang publik serta memecah belah bangsa,” ujar pelapor sekaligus Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, Kamis (8/1/2026).
Di sisi lain, melalui unggahan di Instastory akun Instagram @pandji.pragiwaksono, Pandji menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan yang diterimanya. Ia memastikan dirinya dalam kondisi baik dan menyebut sedang berada di New York, Amerika Serikat.
“Hai, apa kabar Indonesia? Gue cuma mau bilang terima kasih atas dukungan dan doanya. Banyak banget yang ngedoain hal-hal baik buat gue,” kata Pandji.
Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Muhammadiyah menyatakan bahwa kelompok yang melaporkan Pandji tidak mewakili sikap resmi organisasi. Kedua ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut menegaskan bahwa laporan itu merupakan inisiatif pihak tertentu dan bukan sikap institusional.(BY)












