Agam  

Curah Hujan Tinggi, PLTA Maninjau Turunkan Elevasi Danau Secara Bertahap

Tim Lider Pemiliharaan PLTA Maninjau memantau kondisi pintu bendungan di Danau Maninjau.
Tim Lider Pemiliharaan PLTA Maninjau memantau kondisi pintu bendungan di Danau Maninjau.

LubukbasungPembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Maninjau di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membuka pintu bendungan secara bertahap untuk mencegah terendamnya rumah warga di tepi Danau Maninjau akibat tingginya debit air dari curah hujan yang meningkat.

Ahmad Rafandi, Tim Leader Pemeliharaan PLTA Maninjau, menjelaskan bahwa pembukaan pintu dilakukan secara bertahap, yakni 15 sentimeter pada pintu bawah dan 30 sentimeter pada pintu atas. Saat ini, total bukaan pintu bendungan mencapai 155 sentimeter.

“Langkah ini diambil setelah berdiskusi dengan pemuka adat Kecamatan Tanjung Raya, menyusul elevasi air Danau Maninjau yang mencapai 464,15 meter di atas permukaan laut, melebihi batas aman,” ujar Ahmad, Senin (13/1) di Lubuk Basung.

Menurutnya, pembukaan bertahap bertujuan menurunkan elevasi air secara perlahan agar tidak menimbulkan dampak banjir di wilayah hilir. Koordinasi dengan manajemen UPT PLTA Bukittinggi terus dilakukan untuk menurunkan level air secara signifikan, namun tetap memperhatikan keselamatan warga di sepanjang aliran sungai.

“Jika pintu bendungan dibuka secara besar sekaligus, wilayah hilir bisa terdampak genangan seperti yang sempat terjadi di sekitar Danau Maninjau,” tambah Ahmad.

Peningkatan level air danau sebelumnya sempat terjadi beberapa pekan lalu saat bencana alam melanda Kabupaten Agam, akibat curah hujan tinggi. Saat ini, elevasi air sudah mulai menurun menjadi 463,99 meter di atas permukaan laut.

Sementara itu, anggota DPRD Agam, Albert, menyebutkan sebanyak 72 rumah dan lahan pertanian warga terdampak tingginya muka air Danau Maninjau. Berkat koordinasi antara pihak PLTA dan tokoh masyarakat, genangan air kini mulai surut.

“Rumah warga dan lahan pertanian sudah kembali kering, dan kondisi masyarakat dinyatakan aman dari ancaman banjir,” tutup Albert.(des*)