Jakarta – Menteri Haji dan Umrah Mohammad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan memberikan penegasan kepada para calon petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 agar meluruskan niat sejak awal. Ia mengingatkan bahwa tugas utama mereka adalah melayani jemaah, bukan memanfaatkan kesempatan untuk menunaikan haji secara cuma-cuma.
Pesan tersebut disampaikan Gus Irfan saat membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, peringatan ini penting karena evaluasi pelaksanaan haji pada tahun-tahun sebelumnya masih menunjukkan banyak keluhan dari jemaah terkait kinerja petugas di lapangan. Ia mengakui bahwa meski banyak petugas yang bekerja dengan penuh dedikasi, tidak sedikit pula yang terlihat kebingungan karena belum memahami peran dan tanggung jawabnya secara utuh.
“Tahun lalu ada banyak petugas yang tidak tahu harus berbuat apa. Bukan karena malas, tetapi karena memang tidak paham tugasnya. Karena itu, diklat ini harus diikuti dengan sungguh-sungguh agar kalian benar-benar mengerti tanggung jawab sebagai petugas,” ujar Gus Irfan.
Ia menegaskan bahwa status utama para peserta adalah sebagai pelayan jemaah, bukan jemaah reguler. Oleh sebab itu, setiap petugas harus mampu menentukan prioritas ketika berada dalam situasi yang mempertemukan kepentingan pribadi dengan kebutuhan jemaah.
“Jangan berangkat dengan pikiran sekadar ‘numpang haji’. Tanamkan niat sebagai pelayan tamu-tamu Allah,” tegasnya.
Gus Irfan juga memberikan arahan yang jelas terkait skala prioritas. Jika suatu saat terjadi benturan antara menjalankan ibadah pribadi dan tugas pelayanan, maka petugas wajib mendahulukan jemaah.
“Kalau terjadi benturan, pilihan sudah jelas: layani jemaah lebih dulu dibanding ritual pribadi,” katanya.
Ia menjelaskan, program diklat petugas haji berlangsung selama 20 hari secara tatap muka, ditambah 10 hari pelatihan daring. Para peserta akan dibekali materi tugas pokok pelayanan jemaah, termasuk pembekalan bahasa Arab dan kesiapsiagaan di lapangan.
Melalui pelatihan yang intensif ini, pemerintah berharap kualitas penyelenggaraan ibadah haji pada 2026 dapat meningkat secara signifikan. Fokus utama tahun ini adalah menekan keluhan jemaah dengan memastikan setiap petugas memiliki kompetensi yang memadai dan kesiapan tinggi di setiap pos pelayanan.
“Pilihannya sudah tegas: layani jemaah,” ucap Gus Irfan.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Wachid, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa petugas PPIH 2026 harus benar-benar siap secara fisik dan mental.
“Kita membutuhkan petugas yang kuat, sehat, dan stabil secara mental, karena ibadah haji adalah ibadah yang sangat menguras tenaga,” ujarnya.
Diklat PPIH 2026 di Asrama Haji Pondok Gede diikuti sekitar 4.000 peserta. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.(BY)












