MBG Bukan Sekadar Program Gizi, Tapi Penggerak Ekonomi Lingkungan

Ilustrasi menu makan bergizi gratis.
Ilustrasi menu makan bergizi gratis.

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Semarang Tengah, tepatnya di Gabahan dan Brumbungan, dirasakan membawa dampak nyata bagi masyarakat setempat. Para relawan menilai program ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi warga, tetapi juga membuka peluang kerja dan menggerakkan roda perekonomian lingkungan sekitar.

Sugiyono, Ketua RW yang juga menjadi relawan di SPPG Semarang Tengah Gabahan, mengungkapkan bahwa sejak dapur MBG dibangun dan mulai beroperasi, banyak warga di lingkungannya yang ikut terlibat. Bahkan, hampir seluruh wilayahnya memiliki perwakilan yang bekerja di dua dapur MBG tersebut.

“Dulu ada warga yang tidak punya pekerjaan, sekarang mereka bisa bekerja berkat dapur MBG,” ujar Sugiyono di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (11/1/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar relawan berasal dari kalangan ibu rumah tangga. Mereka mengisi berbagai posisi, mulai dari mencuci ompreng, menyiapkan bahan makanan, memasak, membagi porsi, hingga mengantar makanan dan menjadi sopir distribusi.

“Antusiasme warga sangat tinggi. Hampir setiap RT ada yang bekerja di dapur ini,” tuturnya. Sugiyono sendiri bertugas menjaga keamanan dapur SPPG.

Dalam perannya sebagai petugas keamanan, Sugiyono bekerja dengan sistem dua shift, pagi dan siang, dengan durasi kerja sekitar 12 jam per hari. Ia menyebutkan bahwa penghasilannya diterima setiap dua minggu sekali, dengan nominal yang bervariasi.

“Kadang dua minggu dapat Rp1,5 juta, kadang Rp1,6 juta, bahkan bisa Rp1,7 juta, tergantung jumlah hari libur,” katanya.

Cerita serupa datang dari Irfan, relawan di SPPG Semarang Tengah Brumbungan. Ia mulai bergabung sejak 29 September 2025. Sebelumnya, Irfan bekerja sebagai pengemudi ojek online di Semarang dengan pendapatan yang tidak menentu. Kondisi itulah yang membuatnya tertarik bergabung dengan dapur MBG.

Di SPPG, Irfan bertugas sebagai petugas kebersihan. Ia mengaku kini memiliki penghasilan yang lebih pasti dibandingkan pekerjaannya sebelumnya.

“Kalau di dapur, pendapatan saya jelas, Rp110 ribu per hari,” ungkapnya.

Baik Sugiyono maupun Irfan mengaku nyaman menjalani aktivitas sebagai relawan dapur MBG. Sugiyono menyebut suasana kerja terasa menyenangkan, sementara Irfan menilai lingkungan kerja di dapur membuatnya mendapatkan banyak teman baru.

“Kerjanya enak, suasananya juga akrab,” kata Sugiyono.
“Di sini bisa kenal banyak orang, bahkan sering ada kegiatan bareng seperti olahraga dan mini soccer,” tambah Irfan.

Keduanya pun menyampaikan rasa syukur atas hadirnya Program MBG. Menurut mereka, program ini membawa perubahan nyata bagi kehidupan warga.

“Alhamdulillah, dengan adanya MBG, ekonomi masyarakat jadi lebih baik. Yang sebelumnya serba kurang, sekarang kebutuhannya bisa terpenuhi,” ujar Sugiyono.(BY)