Apakah Setelah Digigit Anjing Harus Segera Suntik Rabies?

Suntik Rabies
ilustrasi

Rabies menjadi momok yang ditakuti masyarakat saat ini, terutama di Bali yang telah menjadi zona merah rabies. Data dari Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa hingga bulan April 2023, terdapat 11 kasus kematian akibat penularan virus rabies, dengan 95% kasus disebabkan oleh gigitan anjing seperti dilansir oleh Okezone.com.

Salah satu tindakan pencegahan yang perlu dilakukan setelah digigit anjing adalah penyuntikan vaksin rabies secara segera. Menurut informasi yang dilansir oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksinasi rabies pasca pajanan atau Rabies Post Exposure Prophylaxis (PEP) harus dilakukan jika seseorang digigit oleh anjing, kucing, atau hewan lain yang terkena rabies atau diduga terinfeksi rabies.

Berikut adalah kondisi yang memerlukan PEP:

Jika gigitan anjing merusak kulit dan terjadi pendarahan.

Jika selaput lendir terkena air liur dari hewan yang dicurigai terinfeksi rabies.

Jika hewan yang menggigit menunjukkan perilaku yang tidak biasa dan tidak menentu.

Baca Juga  Bakamla RI Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2025, Dipimpin Deputi Operasi dan Latihan

Jika hasil tes laboratorium pada hewan yang dicurigai positif mengandung virus rabies.

Mengapa vaksin PEP perlu dilakukan? Rabies merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia dan sangat berbahaya. Virus rabies ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi, terutama anjing. Namun, virus ini juga dapat ditularkan melalui luka terbuka atau selaput lendir yang terkena air liur atau cairan tubuh hewan yang terinfeksi.

Setelah terinfeksi, virus rabies menyebar melalui sistem saraf pusat, termasuk otak, dan menyebabkan peradangan yang serius. Gejala rabies muncul setelah masa inkubasi yang bervariasi, dapat berkisar antara beberapa minggu hingga beberapa bulan. Gejala awal yang mungkin muncul termasuk rasa gatal atau nyeri di tempat gigitan, demam, sakit kepala, kelelahan, dan kegelisahan.

Seiring dengan perkembangan penyakit, gejala-gejala tersebut berkembang menjadi gejala neurologis yang lebih parah, seperti kejang, kesulitan bernapas, kebingungan, gangguan tidur, paranoia, dan halusinasi. Tahap akhir penyakit ini biasanya melibatkan koma dan berakibat fatal.

Baca Juga  8 Makanan Kunci dalam Pola Makan Orang Jepang untuk Menjaga Kesehatan

Oleh karena itu, penting bagi individu yang digigit oleh anjing atau hewan yang dicurigai terinfeksi rabies untuk segera mencari perawatan medis dan melakukan vaksinasi PEP sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh tenaga medis. Pencegahan yang tepat dan penanganan yang cepat dapat membantu melindungi kesehatan dan keselamatan seseorang dari ancaman rabies yang mematikan.(des)