Jakarta – Ketua Presidium Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santo Thomas Aquinas periode 2024–2026, Susana Florika Merianti Kandaimu, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Natal Nasional 2025 yang dinilainya berlangsung dengan sangat baik, penuh suka cita, serta memberi dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
“Sebagai Ketua Organisasi Nasional Pemuda, saya menyambut baik perayaan Natal Nasional 2025 yang telah dilaksanakan dengan sangat bermakna, membawa pesan persatuan, harapan, dan penguatan nilai-nilai keluarga bagi bangsa Indonesia,” ujar Susana dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Susana juga memberikan apresiasi khusus kepada Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, yang telah membuka ruang partisipasi luas bagi PMKRI dalam rangkaian Seminar Natal Nasional yang digelar di berbagai daerah, seperti Bandung, Ruteng, dan Merauke. Seminar-seminar tersebut mengangkat tema yang relevan dengan persoalan serta konteks lokal di masing-masing wilayah.
“Ini merupakan bentuk nyata keterlibatan anak muda dalam perayaan iman yang berdampak sosial. Seluruh hasil seminar akan dibukukan dan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Gibran Rakabuming Raka, sebagai masukan strategis bagi pembangunan bangsa,” jelasnya.
Mengusung tema besar “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, Susana menegaskan bahwa keluarga memiliki peran sentral sebagai fondasi utama pembangunan nasional.
“Keluarga adalah komunitas terkecil sekaligus pondasi terbesar bangsa. Ketika keluarga mendapat perhatian serius dari pemerintah, maka generasi yang lahir darinya akan menjadi generasi yang cerdas, merdeka, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Lebih lanjut, Susana menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program kerja Presiden dan Wakil Presiden bersama Kabinet Merah Putih. Ia juga berharap agar pada tahun 2026 pemerintah semakin melibatkan generasi muda dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan nasional.
“Anak muda harus diajak duduk bersama, berdialog, dan dilibatkan secara aktif, karena masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh generasi hari ini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Susana turut menyoroti persoalan lingkungan hidup yang menurutnya membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Ia menekankan bahwa upaya merawat lingkungan harus dimulai dari keluarga dan generasi muda.
“Jika keluarga dan anak muda bergerak bersama merawat bumi pertiwi, saya yakin Indonesia akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global,” tutupnya.












