AS Gempur Caracas dan Daerah Lain, Korban Terus Bertambah

Jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat ke Venezuela bertambah menjadi 80 orang
Jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat ke Venezuela bertambah menjadi 80 orang

Jakarta – Jumlah korban meninggal dunia akibat serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela dilaporkan meningkat signifikan hingga mencapai 80 orang. Informasi tersebut disampaikan harian The New York Times dengan mengutip pernyataan seorang pejabat senior Venezuela.

Angka itu menunjukkan kenaikan dua kali lipat dibandingkan laporan awal yang mencatat 40 korban tewas. Para korban tidak hanya berasal dari unsur militer, tetapi juga mencakup warga sipil.

Pejabat Venezuela tersebut menyebutkan, jumlah korban kemungkinan masih akan bertambah karena proses penyisiran dan pencarian di sejumlah lokasi terdampak serangan masih terus dilakukan. Serangan yang terjadi pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat itu dilaporkan menyasar sejumlah objek strategis, termasuk pelabuhan dan bandara.

Baca Juga  USGS, Gempa 6,0 Guncang Jalalabad, Korban Terus Bertambah

Selain ibu kota Caracas, operasi militer AS juga dilaporkan terjadi di beberapa negara bagian lain di Venezuela. Hingga kini, pemerintah Venezuela belum merilis data resmi terkait jumlah pasti korban tewas maupun korban luka akibat serangan tersebut.

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, menyatakan bahwa pasukan AS telah menewaskan sejumlah pengawal kepresidenan dalam aksi penculikan terhadap Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores.

Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa staf kepresidenan yang berstatus warga sipil turut menjadi sasaran serangan.

“Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian dengan tegas mengecam tindakan penculikan pengecut terhadap Presiden konstitusional Republik Bolivarian Venezuela, Nicolas Maduro Moros, selaku Panglima Tertinggi kami, beserta istrinya, Ibu Negara Cilia Flores de Maduro,” ujar Lopez, seperti dikutip dari Sputnik, Senin (5/1/2026).

Baca Juga  Trump Terapkan Tarif Baru, Harga Batu Bara Tertekan

Ia menambahkan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 3 Januari, setelah sebagian besar tim pengamanan, personel militer, serta warga sipil yang tidak bersalah dilaporkan tewas secara brutal. (des*)