Anak Kos Wajib Tahu, Token Rp50 Ribu Bisa Bertahan Sampai Berapa Hari

Token Listrik.
Token Listrik.

Jakarta — Banyak anak kos memilih listrik prabayar karena lebih mudah dikontrol. Salah satu nominal yang paling sering dibeli adalah token Rp50.000. Namun, tidak sedikit yang masih bingung: sebenarnya token sebesar itu bisa bertahan berapa lama?

Pada sistem listrik prabayar, jumlah uang yang dibayarkan akan diubah menjadi satuan kilowatt hour (kWh). Angka kWh baru akan muncul di meteran setelah pelanggan memasukkan 20 digit token.

Perlu diingat, nilai token tidak sepenuhnya menjadi kWh karena masih dipotong Pajak Penerangan Jalan (PPJ), dan besarannya berbeda di tiap daerah.

Contoh Perhitungan Anak Kos di Jakarta

Misalnya, pelanggan dengan daya 900 VA membeli token Rp50.000.

Tarif dasar listrik: Rp1.352 per kWh

PPJ Jakarta: 2,4% dari nominal token

Rinciannya:

PPJ = 2,4% × Rp50.000 = Rp1.200

Nilai bersih token = Rp50.000 – Rp1.200 = Rp48.800

kWh yang diperoleh = Rp48.800 : Rp1.352 ≈ 36,09 kWh

Jadi, dari pembelian Rp50 ribu, pelanggan memperoleh sekitar 36 kWh listrik.

Berapa lama itu bisa bertahan? Sangat bergantung pada pemakaian — misalnya jumlah lampu, pemakaian kipas/AC, rice cooker, kulkas, dan perangkat lain. Anak kos yang hemat umumnya bisa bertahan beberapa hari hingga lebih dari satu minggu, sementara pemakaian tinggi tentu akan membuat kWh cepat habis.

Tarif Listrik Januari 2026 (Per kWh)

R-1/TR 900 VA: Rp1.352,00

R-1/TR 1.300 VA: Rp1.444,70

R-1/TR 2.200 VA: Rp1.444,70

R-2/TR 3.500–5.500 VA: Rp1.699,53

R-3/TR 6.600 VA ke atas: Rp1.699,53

B-2/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp1.444,70

B-3/TM > 200 kVA: Rp1.114,74

I-3/TM > 200 kVA: Rp1.114,74

I-4/TT ≥ 30.000 kVA: Rp996,74

P-1/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp1.699,53

P-2/TM > 200 kVA: Rp1.522,88

P-3/TR penerangan jalan: Rp1.699,53

L (TR/TM/TT): Rp1.644,52.(BY)