Padang– Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memberikan hewan kurban untuk masyarakat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Kali ini, presiden memilih sapi seberat 1,8 ton milik perwira Polri di Padang Panjang.
Tidak pernah terbayangkan oleh Aipda Eko Setyawan, jika sapi peliharaannya terpilih untuk sapi kurban Presiden Jokowi pada Idul Adha mendatang. Sapi jenis Limosin bernama Arjuna tersebut memiliki berat satu ton lebih dengan usia empat tahun.
Di Sumatera Barat sendiri, ada beberapa sapi di daerah yang diajukan dan mengikuti seleksi sapi kurban Presiden, dan ternyata sapi milik Aipda Eko yang kesehariannya berdinas di Polsek Padang Panjang, Sumatera Barat, lolos dan layak, baik dari kondisi sapi, berat, dan kesehatan sapi.
“Jadi dari Dinas Pertanian dan Pangan Padang Panjang pernah datang dan mengusulkan sapi peliharaannya mengikuti seleksi sapi kurban Presiden,” kata Eko, Selasa (27/6/2023).
Eko bersyukur lantaran terbukti sapinya menjadi terbaik sehingga dipilih oleh Presiden Jokowi.
“Rencananya, staf kepresidenan akan turun untuk melakukan pemeriksaan, penimbangan serta akad terhadap sapi yang diusulkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Sumbar tersebut,” kata dia.
Eko menambahkan, usaha ternak sapinya sudah dirintis sejak tahun 2012. Awalnya dengan modal satu ekor sapi. “Kini sudah mencapai 40 ekor sapi yang dipelihara, dari berbagai jenis sapi termasuk sapi premium jenis Limosin,” katanya.
Eko sendiri turun langsung untuk merawat sapi-sapi ini, membantu beberapa pekerja. Setiap lepas dinas, dia selalu menyempatkan ke kandang untuk mengurus sapi-sapi peliharaannya. Rencananya, sapi tersebut akan disembelih di Masjid Raya Sumatera Barat, Padang.
Pilihan Presiden Jokowi untuk membeli sapi milik Aipda Eko Setyawan menunjukkan apresiasi yang tinggi terhadap peternak lokal yang telah berkontribusi dalam pemuliaan sapi di daerah Padang Panjang. Keputusan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendukung pertanian dan peternakan lokal serta memperkuat ekonomi masyarakat di Sumatera Barat.
Dengan berat sapi yang mencapai 1,8 ton, sapi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang maksimal sebagai hewan kurban pada perayaan Idul Adha mendatang. Presiden Jokowi sendiri akan mengirimkan staf kepresidenan untuk melakukan pemeriksaan dan penimbangan terhadap sapi tersebut sebelum disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Aipda Eko Setyawan merasa bangga dan bersyukur karena sapi peliharaannya terpilih sebagai sapi kurban Presiden. Dalam perjalanan usaha ternaknya sejak tahun 2012, ia telah berhasil memelihara sejumlah sapi, termasuk sapi premium jenis Limosin. Keberhasilannya ini menjadi motivasi bagi peternak lain di daerah untuk mengembangkan usaha mereka.
Rencananya, sapi yang dibeli oleh Presiden Jokowi akan disembelih di Masjid Raya Sumatera Barat, Padang. Dengan ini, masyarakat Sumatera Barat akan mendapatkan manfaat dari kurban yang diberikan oleh Presiden Jokowi, serta meningkatkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam merayakan perayaan Idul Adha.
Dengan langkah ini, diharapkan peternakan lokal di Sumatera Barat dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat. Presiden Jokowi juga berharap bahwa inisiatif seperti ini dapat menginspirasi peternak di seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas peternakan nasional.












