Sumbar  

AHY Tinjau Langsung Penanganan Bencana di Aceh Tamiang dan Sumut

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Padang– Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran awal untuk pemulihan bencana di Sumatera UtaraSumatera Barat, dan Aceh diperkirakan melampaui Rp50 triliun.

“Saya baru kemarin berkomunikasi dengan Menteri Pekerjaan Umum. Estimasi awalnya, kebutuhan anggaran mencapai lebih dari Rp50 triliun,” ujarnya.

AHY menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena data terus diperbarui oleh berbagai instansi terkait, termasuk BNPB. “Ini kalkulasi awal, belum bisa disebut final karena perhitungannya terus berkembang,” katanya usai menghadiri Balairung Dialogue 2025 di Jakarta, Selasa.

Ia telah meminta agar seluruh kebutuhan anggaran diperbarui secara berkala, baik untuk perpanjangan masa tanggap darurat maupun percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Menurut AHY, Presiden RI Prabowo Subianto juga telah menginstruksikan kementerian terkait untuk memastikan perhitungan anggaran dilakukan secara matang serta mempersiapkan langkah penanganan yang tepat, terutama di tahap pelaksanaan di lapangan.

Baca Juga  AHY Tinjau Pembangunan Tol Semarang–Demak, Target Selesai 2027

“Penanganan bencana tidak boleh lambat, tapi juga tidak boleh terburu-buru. Pembangunan kembali harus cepat sekaligus berkualitas, supaya tidak rentan terhadap bencana serupa,” tegasnya.

Data sementara menunjukkan bahwa infrastruktur yang terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar meliputi 52 kabupaten. Kerusakan mencakup sekitar 1.200 fasilitas umum, 199 fasilitas kesehatan534 fasilitas pendidikan420 rumah ibadah, 234 gedung kantor, 435 jembatan, 259 akses terganggu, 163 akses terputus, 101 ruas jalan putus, dan 62 jembatan ambruk.

Selain itu, sekitar 156.500 unit rumah ikut terdampak, terdiri dari 143.427 rusak berat, 2.298 rusak sedang, dan 10.808 rusak ringan.

Dalam keterangannya, AHY juga menyampaikan bahwa ia akan bertolak ke Sumatera Utara dan Aceh, terutama Aceh Tamiang, untuk memastikan upaya penanganan di lapangan berjalan efektif setelah bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut.

Baca Juga  Tujuh Warga Padang Pariaman Tewas Tertimbun Longsor

“Sore ini saya kembali ke Sumatera Utara dan Aceh, khususnya Aceh Tamiang yang menjadi salah satu daerah dengan dampak terburuk. Saya ingin melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan seluruh pekerjaan berjalan taktis serta efektif,” ujarnya.(des*)