Padang  

Sumbar Fokus Pulihkan Wilayah Terisolasi, Jalan Darurat Lembah Anai Ditargetkan Rampung Dua Pekan

Tim Basarnas Padang berijibaku mencari korban bencana yang hilang.

Padang Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) segera memetakan wilayah terdampak bencana alam yang hingga kini belum menerima bantuan secara maksimal akibat terputusnya akses jalan.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengatakan bahwa dari hasil pemantauan, terdapat sejumlah daerah yang memerlukan perhatian khusus karena kondisi akses yang terhambat.

“Jangan sampai ada warga yang terlewatkan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Mahyeldi di Padang, (2/12/2025).

Untuk kawasan Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar, di mana akses jalan putus total, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional tengah menyiapkan pembangunan jalan darurat yang diharapkan rampung dalam dua minggu ke depan.

Menurut gubernur, daerah terdampak bencana ini mayoritas berada di permukiman lereng perbukitan dan sepanjang aliran sungai.

“Percepatan penanganan bencana hanya bisa dilakukan jika kita memiliki data yang cepat, lengkap, dan akurat. Data yang jelas dan terstruktur sangat penting agar langkah penanganan bisa segera dilakukan,” jelasnya.

Mahyeldi menambahkan, sejak Jumat (28/11), sejumlah pejabat pusat telah datang ke Sumbar untuk melihat langsung dampak bencana. Kehadiran mereka, kata gubernur, harus dimanfaatkan untuk memperkuat dukungan pusat dalam percepatan penanganan dan pemulihan dampak bencana hidrometeorologi di provinsi ini.

“Perhatian dari berbagai pihak ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, dan itu hanya bisa dilakukan jika data yang kita miliki lengkap dan akurat,” ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan seluruh tim di posko terpadu bencana agar bekerja secara lebih terkoordinasi. Setiap laporan dari lapangan harus terhimpun dengan baik, dan komunikasi dengan kabupaten serta kota terdampak harus tetap lancar.(des*)