Chery Kuasai Pasar PHEV, BYD Masih Lakukan Studi Sebelum Rilis Produk

Marak PHEV, BYD Tak Tertarik Luncurkan Mobil Hybrid?
Marak PHEV, BYD Tak Tertarik Luncurkan Mobil Hybrid?

Jakarta – Kompetisi kendaraan hybrid di Indonesia semakin meningkat seiring makin banyaknya pabrikan yang merilis model ramah lingkungan. Hampir seluruh merek asal Tiongkok kini menawarkan teknologi plug-in hybrid (PHEV). Meski demikian, BYD belum terburu-buru mengikuti langkah tersebut.

  1. Penjualan PHEV Meningkat

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berteknologi PHEV mencapai 3.798 unit. Chery menjadi pemain paling dominan dengan torehan 2.929 unit, di mana model Tiggo CSH menjadi kontributor terbesar.

Walau posisi BYD di Indonesia saat ini masih berfokus pada kendaraan listrik murni (EV), perusahaan tidak menutup opsi menghadirkan PHEV di masa mendatang. BYD menyatakan tengah melakukan kajian menyeluruh sebelum memutuskan waktu yang tepat untuk membawa teknologi tersebut ke pasar nasional.

“Kami adalah salah satu produsen besar PHEV di pasar global. Potensi membawa produk PHEV ke Indonesia itu sangat terbuka. Apalagi jajaran PHEV dan EV kami merupakan salah satu yang paling lengkap di tiap segmen,” ujar Head of PR & Government Relations BYD Indonesia, Luther T Panjaitan, Senin (1/12/2025).

  1. Menunggu Kepastian Regulasi

Luther menjelaskan bahwa perusahaan masih menanti kejelasan aturan terkait PHEV. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan garis pembeda yang jelas antara hybrid konvensional dan plug-in hybrid agar ekosistemnya lebih mudah dikembangkan oleh produsen.

“Kami masih menunggu regulasi yang lebih jelas untuk PHEV. Harus ada pembedaan yang tegas antara plug-in hybrid dan hybrid biasa,” tuturnya.

Ia juga menilai kehadiran teknologi hybrid dapat memperluas jangkauan pasar BYD di Indonesia, terutama untuk konsumen di wilayah yang infrastruktur kendaraan listriknya belum memadai.

“Tidak menutup kemungkinan kami menghadirkan PHEV tahun depan untuk melengkapi lini produk BYD. Ini bisa menjadi solusi bagi daerah-daerah yang masih terkendala fasilitas pengisian daya,” katanya.(BY)