L8 Meluncur di GJAW 2025, Inovasi Baru Lepas untuk Pasar Muda dan Dinamis

Lepas L8.
Lepas L8.

Jakarta – Lepas Indonesia resmi memperkenalkan model L8 dalam ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Mobil ini dibuka dengan harga pre-booking Rp589 juta dan menjadi unit setir kanan pertama yang dirilis secara global oleh pabrikan asal Tiongkok tersebut. L8 hadir menggunakan LEX Platform, teknologi dasar yang dirancang untuk memberikan pengalaman kabin lebih nyaman dan berkelas.

Product Manager Lepas Indonesia, Lalu Indra Wirabhakti, menjelaskan bahwa L8 dikembangkan untuk menjawab kebutuhan berbagai tipe pengguna di Indonesia. “Seluruh fitur dan detail L8 dirancang agar dapat mengikuti kebutuhan konsumen, baik untuk penggunaan harian maupun momen pribadi yang memerlukan ruang, ketenangan, dan kenyamanan,” ujarnya di arena GJAW 2025, ICE BSD City, Tangerang, Selasa (25/11/2025).

Platform LEX menjadi inti dari karakter L8, membuat mobil hybrid ini tampil lebih efisien, fleksibel, dan kompetitif di segmen premium. Teknologi tersebut tidak hanya berfokus pada performa, tetapi juga pada gaya hidup pengguna masa kini yang membutuhkan kendaraan multifungsi dan nyaman di berbagai kondisi.

Keputusan untuk menghadirkan teknologi terbaru langsung ke Indonesia disebut Lepas sebagai langkah strategis. Menurut perusahaan, pasar Indonesia memiliki profil yang sesuai dengan arah pengembangan brand—dominan oleh konsumen muda, dinamis, dan cepat beradaptasi dengan inovasi otomotif.

“Langkah ini menunjukkan bahwa Lepas hadir bukan hanya membawa produk baru, tetapi bermaksud menjadi bagian penting dalam perkembangan mobilitas modern di Indonesia,” kata Ricky He, Deputy Country Director Lepas Business Unit Indonesia.

Untuk memperkuat kehadirannya, Lepas tengah menargetkan perluasan jaringan dealer hingga 40 titik pada akhir 2026. Selain itu, perusahaan memastikan layanan premium mencakup proses pembelian hingga layanan purnajual.

Sebagai komitmen jangka panjang, Lepas juga telah memulai proses perakitan lokal (CKD). Langkah ini diambil untuk mempererat kontribusi terhadap industri otomotif nasional sekaligus mendukung ketersediaan produk secara berkelanjutan.(BY)