Padang Panjang – Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menyusul peringatan dini dari BMKG mengenai potensi hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi ini berisiko memicu banjir, banjir bandang, longsor, pohon tumbang, serta gangguan pada listrik dan transportasi.
“Hati-hati saat beraktivitas di luar rumah, khususnya di area rawan longsor, pohon tumbang, atau jalan dengan visibilitas rendah. Pastikan saluran drainase di sekitar rumah bersih dari sampah agar terhindar dari genangan dan banjir,” kata Hendri Arnis, Senin (25/11/2025).
Wali kota menambahkan, warga yang tinggal di zona rawan bencana perlu memantau kondisi lingkungan dan segera melapor ke perangkat kelurahan, KSB setempat, atau BPBD jika ada tanda-tanda bahaya. Pemerintah Kota, bersama BPBD dan dinas terkait, siap siaga untuk menanggapi setiap situasi darurat.
Beberapa hari terakhir, Padang Panjang mengalami hujan deras disertai angin kencang. Pada Sabtu lalu, rumah warga di Kelurahan Koto Katik, Kecamatan Padang Panjang Timur, rusak akibat badai. Sementara itu, pohon tumbang dilaporkan terjadi di sekitar MAN 1 Padang Panjang, Kelurahan Gantiang, serta jalan lingkar Islamic Center.
Plt. Kepala BPBD Kebangpol Kota Padang Panjang, Noviyanti, menekankan pentingnya kewaspadaan. “Hujan lebat disertai angin kencang dapat menimbulkan banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur. Hindari berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, atau bangunan yang tidak kokoh. Pengendara juga disarankan mengurangi kecepatan di jalan yang licin dan berkabut,” ujarnya.
Menanggapi kerusakan rumah akibat badai, Pemkot dan Dinas Sosial PPKBPPPA bersama pihak terkait telah menyalurkan bantuan berupa sembako, perlengkapan dapur, makanan siap saji, terpal, selimut, matras, dan perlengkapan ibadah bagi warga terdampak. Kepala Dinas Sosial, Dr. Winarno, menyebut pihaknya juga berkoordinasi dengan Baznas untuk membantu perbaikan rumah yang rusak parah.
Sebelumnya, BPBD Kesbangpol telah turun ke lokasi untuk membersihkan puing-puing dan menangani kerusakan awal, termasuk satu rumah yang mengalami kerusakan berat akibat atap yang tersapu angin.(des*)












