BANGKOK — Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan apresiasi atas kepercayaan FIFA yang menunjuk Indonesia sebagai salah satu tuan rumah FIFA Series 2026. Ia menilai kesempatan ini sangat berharga bagi perkembangan Timnas Indonesia.
FIFA sebelumnya mengumumkan bahwa FIFA Series akan kembali digelar pada Maret 2026, dengan delapan negara terpilih menjadi tuan rumah. Indonesia termasuk dalam daftar tersebut.
- Peluang Menantang Negara dari Berbagai Konfederasi
Penunjukan ini membuka jalan bagi Indonesia untuk menjajal kekuatan tim-tim dari benua lain pada agenda resmi FIFA Matchday. Erick menegaskan bahwa menghadapi lawan dengan karakter bermain yang berbeda akan menjadi modal penting bagi Garuda untuk memperkuat mental dan meningkatkan kualitas teknik.
“Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Ini momentum besar untuk menaikkan level Timnas Indonesia,” ujar Erick di sela Kongres AFF di Bangkok, Sabtu (22/11/2025).
Ia menambahkan bahwa pertemuan rutin melawan tim-tim non-Asia akan mempercepat perkembangan pemain, baik dalam pengalaman maupun cara menghadapi tekanan di level internasional.
“Ini mungkin perjalanan yang berat, tetapi justru di situlah peluang untuk membangun skuad yang semakin solid dan kompetitif,” lanjutnya.
- Format Fleksibel Sesuai Tuan Rumah
Pada penyelenggaraan FIFA Series 2026, setiap negara tuan rumah akan kedatangan tiga hingga empat tim undangan. Tidak ada kewajiban bagi tuan rumah untuk ikut bermain, namun bagi Indonesia, partisipasi sangat diharapkan untuk memaksimalkan manfaat ajang ini.
Setiap tim yang diundang akan memainkan minimal dua pertandingan. Format acaranya bebas: bisa menggunakan sistem grup menyerupai turnamen mini, atau memakai format gugur seperti semifinal dan final.
Dengan fleksibilitas ini, Timnas Indonesia berpeluang berhadapan dengan negara-negara kuat dari berbagai konfederasi, sekaligus menguji kesiapan skuad sebelum memasuki kompetisi level dunia lainnya.(BY)












