Padang — PT Semen Padang kembali menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui berbagai aksi sosial yang konsisten.
Kali ini, perusahaan semen pertama di Asia Tenggara tersebut menyalurkan 16 unit tong sampah terpilah kepada SMP Semen Padang School dan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Selasa (11/11/2025).
Dari 16 unit tong sampah, enam unit diberikan kepada SMP Semen Padang School, sementara sisanya ditempatkan di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, ikon kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menekankan pentingnya kebersihan di sekolah dan rumah ibadah.
“Semoga bantuan ini dapat mendukung kebersihan SMP Semen Padang School, sekolah peraih Adiwiyata Nasional, serta Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang ramai dikunjungi masyarakat,” ujarnya.
Win menambahkan, penyaluran tong sampah terpilah ini bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan di bidang lingkungan.
“Pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat. Kami berkomitmen mendukung program Adiwiyata dari KLHK untuk menanamkan budaya peduli lingkungan sejak dini,” tambahnya.
Menurut Win, langkah kecil seperti pengelolaan sampah terpilah dapat mencegah dampak ekologis serius, termasuk ancaman terhadap keanekaragaman hayati, ekosistem laut, dan kesehatan manusia.
“Perubahan besar bisa dimulai dari tempat sederhana seperti sekolah dan masjid, melalui pendekatan kolaboratif yang berdampak nyata bagi lingkungan,” jelasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, Tasliatul Fuaddi, mengapresiasi perhatian PT Semen Padang terhadap kebersihan Masjid Raya. Bantuan ini juga mendukung penyelenggaraan Konferensi Wakaf Internasional pada 15–16 November 2025, di mana masjid menjadi salah satu lokasi utama.
Sementara itu, Kepala Kantor Masjid Raya, Herius Nasir, menjelaskan tong sampah tambahan akan ditempatkan di titik strategis, terutama taman dan area pejalan kaki.
“Dengan adanya tong sampah baru ini, fasilitas kebersihan semakin lengkap, terutama karena jumlah pengunjung terus meningkat, terutama saat akhir pekan dan acara besar,” ujarnya.
Di sisi pendidikan, bantuan tong sampah juga diberikan kepada SMP Semen Padang sebagai sarana menumbuhkan budaya peduli lingkungan sejak dini. Kepala Tata Usaha SMP Semen Padang, Derita Murni, menilai program ini selaras dengan program nasional Sekolah Sehat dan Adiwiyata.
“Siswa belajar memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah yang dapat didaur ulang, misalnya plastik untuk hiasan taman dan karya seni. Ini mengajarkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya.
Melalui langkah sederhana ini, PT Semen Padang menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan kecil yang konsisten.
Dengan pengalaman lebih dari satu abad, perusahaan ini menempatkan keberlanjutan sebagai pilar utama dalam strategi bisnisnya, berharap dapat menginspirasi masyarakat luas menciptakan lingkungan bersih, hijau, dan berkelanjutan dimulai dari sekolah dan rumah ibadah di Ranah Minang. (des*)












