Jakarta – Produsen otomotif asal Tiongkok, Chery, menegaskan rencananya untuk membangun pabrik produksi mandiri di Indonesia mulai tahun ini. Meski begitu, perusahaan masih akan menggunakan fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) untuk sementara waktu, sebelum seluruh kegiatan produksi dipindahkan secara bertahap ke fasilitas baru.
Rencana Investasi dan Pabrik Baru
Chery dikabarkan menyiapkan investasi senilai Rp5 triliun untuk mendirikan pabrik yang akan menjadi bagian dari ekspansi besar Chery Group di kawasan Asia Tenggara. Fasilitas tersebut akan difokuskan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga untuk mendukung kegiatan ekspor ke berbagai negara.
“Pengaturan skema ekspor dan distribusi ke negara-negara ASEAN masih dibahas bersama prinsipal. Nantinya, setiap kawasan akan memiliki peran strategis masing-masing,” jelas Country Vice President PR Chery Sales Indonesia (CSI), Budi Darmawan, di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Sebelumnya, Chery telah memiliki fasilitas perakitan di Malaysia dan Thailand. Dengan kehadiran pabrik di Indonesia, maka Tanah Air akan menjadi negara ketiga di Asia Tenggara yang memiliki fasilitas produksi Chery secara langsung.
Potensi Jadi Basis Ekspor Regional
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mendorong Chery untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi dan ekspor ke kawasan ASEAN, bahkan hingga Australia. Namun, Chery Indonesia masih menunggu keputusan akhir dari kantor pusat terkait penetapan skema ekspor tersebut.
“Bukan tidak mungkin Indonesia nantinya menjadi basis produksi Chery untuk pasar Australia. Kami melihat potensi pasar otomotif di Indonesia sangat besar, dan Chery berkomitmen penuh untuk mengembangkannya,” tambah Budi.
Model dan Produksi Saat Ini
Saat ini, Chery Indonesia sudah merakit beberapa model populer seperti Tiggo Series, Omoda 5, Omoda E5, dan J6 di fasilitas milik Handal Indonesia Motor. Bahkan, beberapa unit hasil produksi lokal tersebut telah diekspor ke Vietnam, menunjukkan keseriusan Chery dalam memperkuat perannya di pasar otomotif regional.
Langkah pembangunan pabrik baru ini diharapkan semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat produksi otomotif penting di Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang lapangan kerja dan peningkatan ekspor kendaraan listrik serta konvensional di masa depan.(BY)












