Agam  

Reward Hafal Al-Qur’an Motivasi Warga Binaan Lapas Agam

Warga binaan pemasyarakatan Lapas Lubuk Basung sedang memainkan tambua tansa.
Warga binaan pemasyarakatan Lapas Lubuk Basung sedang memainkan tambua tansa.

Agam  – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung di Kabupaten AgamSumatera Barat, terus berupaya membekali warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan dan pembinaan kepribadian, agar siap kembali ke masyarakat setelah menjalani masa hukuman.

“Kami memberikan program pembinaan ini kepada seluruh warga binaan sebagai bekal untuk kehidupan mereka setelah bebas,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk BasungBudi Suharto, Kamis (30/10/2025).

Pembinaan kepribadian mencakup kegiatan membaca dan menulis Al-Qur’anpramukapesantren, musik, tambuah tansa, serta olahraga seperti bola voli dan futsal. Sebagai bentuk penghargaan, warga binaan yang berhasil menghafal Surat Yasin dan Asmaul Husna diberikan hadiah untuk memotivasi mereka lebih giat mempelajari ayat-ayat Al-Qur’an.

Selain itu, Lapas juga fokus pada pembinaan kemandirian melalui pelatihan praktis seperti laundry, barber shop, pembuatan gelas dari tempurung kelapa, bingkai foto, pengelasan, pertukangan, serta budidaya itik, ikan, dan tanaman seperti kangkung dan jagung.

“Setiap hari, kami mengisi waktu warga binaan dengan kegiatan produktif agar mereka memperoleh keterampilan praktis,” jelas Budi.

Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama di Lapas bisa dimanfaatkan warga binaan untuk membuka usaha sendiri setelah bebas, sehingga mengurangi risiko kembali melakukan pelanggaran hukum.

Program pembinaan ini telah berjalan lama dan terus dikembangkan. Saat ini, sekitar 25 persen dari 427 warga binaan telah mengikuti program pembinaan kemandirian.

“Kami akan terus mendorong agar seluruh warga binaan dapat mengikuti program pembinaan, baik untuk kepribadian maupun kemandirian,” tutup Budi.(des*)