Kota Pariaman – Komitmen Pemerintah (Pemko) Kota Pariaman, Sumatera Barat dalam menjamin layanan kesehatan warganya semakin terbukti.
Bersama BPJS Kesehatan Cabang Padang, Pemko Pariaman menggelar Forum Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan Utama di Ruang Rapat Wali Kota, Rabu (1/10/2025).
Wali Kota (Wako) Pariaman Yota Balad menegaskan, hingga 31 Agustus 2025 tercatat 98,6% penduduk Pariaman atau 92.140 jiwa sudah terdaftar Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Artinya, seluruh warga Kota Pariaman bisa berobat cukup dengan menunjukkan KTP di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS.
Namun, masih ada 11.695 jiwa yang belum aktif sebagai peserta JKN. Hal ini langsung ditindaklanjuti Wako Yota Balad dengan menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk bergerak cepat di lapangan.
“Saya minta segera dicek, ditindaklanjuti, dan diprioritaskan. Kenapa bisa belum aktif, bagaimana solusinya, itu harus cepat selesai,” tegasnya kepada jajaran Dinkes dan Dinsos.
Selain kepesertaan JKN, Wako Yota Balad juga menggalakkan program skrining kesehatan bagi masyarakat dan ASN.
Program ini ditujukan untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini, mencegah penyakit kronis, dan menekan beban biaya pengobatan.
“Minggu depan harus dimulai. Deteksi dini itu penting, supaya risiko penyakit bisa dicegah sebelum parah,” ujarnya menginstruksikan.
Tak hanya itu, Wali Kota Yota Balad yang pernah Sekdako Pariaman itu juga menyoroti kekurangan tenaga medis, khususnya dokter gigi di Puskesmas Naras, Kecamatan Pariaman Utara.
“Segera lengkapi, beri pembinaan, jangan biarkan ada puskesmas tanpa tenaga spesialis,” tegas Yota Balad.
Untuk sarana-prasarana, ia mendorong pemanfaatan mekanisme Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar pelayanan kesehatan masyarakat tidak terhambat.
“Kalau bisa diatasi lewat BLUD, lakukan. Kalau tidak bisa, kita anggarkan di APBD,” pungkasnya.
Dengan langkah cepat ini, Pemko Pariaman optimis seluruh warga bisa segera tercover JKN 100 persen, menjadikan kota ini sebagai salah satu daerah dengan jaminan kesehatan terbaik di Indonesia.(ssc).










