Pasaman – Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menyalurkan dana hibah senilai Rp1,12 miliar lebih kepada delapan partai politik (parpol) yang memiliki kursi di DPRD Pasaman periode 2024–2029. Bantuan ini diberikan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan politik serta kebutuhan administrasi partai.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pasaman, Afrizal, menjelaskan bahwa pemberian hibah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat fungsi partai politik sebagai sarana edukasi politik bagi masyarakat.
“Dana hibah disalurkan kepada delapan partai, yaitu Partai Golkar, PKS, Demokrat, PKB, NasDem, PPP, PAN, dan Gerindra, dengan total anggaran sekitar Rp1,1 miliar,” ungkap Afrizal di Lubuk Sikaping, Selasa (23/9).
Sementara itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Ormas Kesbangpol Pasaman, Yusrizal, menambahkan bahwa pencairan hibah dilakukan sekaligus untuk satu tahun anggaran sejak Juli 2025. Besaran dana yang diterima tiap partai berbeda, bergantung pada jumlah perolehan suara pada Pemilu terakhir, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Pasaman Nomor 5 Tahun 2021.
“Dana ini wajib dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan politik dan administrasi kesekretariatan partai,” tegasnya.
Yusrizal berharap pendidikan politik yang dijalankan parpol dapat dilakukan secara masif, efektif, dan menjangkau masyarakat luas melalui beragam metode, mulai dari sosialisasi, lokakarya, seminar, hingga diskusi publik.
“Pendidikan politik sangat penting agar masyarakat memahami perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk menanamkan nilai cinta tanah air, persatuan, serta semangat kebangsaan sesuai amanat UUD 1945,” tambahnya.
Berikut rincian alokasi dana hibah untuk delapan parpol penerima:
PKS: Rp172.560.500
Golkar: Rp171.516.550
Demokrat: Rp148.502.600
PKB: Rp134.958.950
NasDem: Rp123.878.400
Gerindra: Rp123.234.850
PAN: Rp118.078.850
PPP: Rp109.113.400
Total keseluruhan hibah yang disalurkan mencapai Rp1.121.646.500.
Di sisi lain, Sekretaris DPC Partai Demokrat Pasaman, Harisuddin, menyampaikan bahwa pihaknya sudah mulai menggunakan dana hibah untuk melaksanakan pendidikan politik bagi kader maupun simpatisan.
“Kami memberikan pemahaman terkait kondisi politik nasional dan pentingnya memilih pemimpin yang berintegritas,” ujarnya.
Harisuddin menekankan bahwa kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi politik masyarakat sekaligus menekan praktik politik uang.
“Dengan kesadaran politik yang lebih tinggi, masyarakat bisa lebih kritis dan cerdas dalam menentukan pilihan. Sehingga kebijakan yang lahir benar-benar sesuai dengan aspirasi rakyat,” tutupnya.(des*)












