Teknologi Ekstrusi dalam Industri Pangan, Antara Inovasi dan Ancaman

Ilustrasi jenis makanan ekstrudat.

Jakarta – Dalam industri makanan modern, produk hasil ekstrusi atau ekstrudat sudah menjadi bagian penting yang sering kita jumpai. Proses pembuatannya dilakukan melalui teknik ekstrusi, yaitu metode pengolahan bahan pangan seperti tepung atau pati dengan bantuan mesin khusus yang memanaskan, mencampur, dan mencetak adonan dalam satu langkah.

Teknologi ini mampu menghasilkan makanan dengan bentuk yang seragam, tekstur ringan dan renyah, umur simpan lebih lama, serta dapat diperkaya dengan vitamin atau mineral. Beberapa contoh produk yang dihasilkan dengan cara ini antara lain camilan ringan, sereal sarapan, dan pasta.

Ciri Khas Produk Ekstrudat

Makanan hasil ekstrusi umumnya memiliki karakteristik seperti:

Tekstur yang garing dan ringan.

Bentuk seragam sesuai cetakan.

Dapat disimpan lebih lama tanpa cepat rusak.

Mudah diperkaya dengan rasa dan nutrisi tambahan.

Risiko Tersembunyi dari Makanan Ekstrudat

Di balik kemudahan dan kepraktisannya, ada risiko kesehatan yang perlu diperhatikan. Proses ekstrusi menggunakan suhu dan tekanan tinggi yang dapat memicu terbentuknya senyawa tertentu.

1. Terbentuknya Senyawa Berbahaya
Proses pemanasan tinggi bisa menyebabkan reaksi Maillard, yang menghasilkan akrilamida, furan, serta senyawa PAH. Zat-zat ini, termasuk AGEs (Advanced Glycation End Products), dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis.

2. Penurunan Kualitas Nutrisi
Banyak produk ekstrudat yang mengandung kalori tinggi, gula tambahan, dan lemak jenuh, tetapi rendah serat.

Kekurangan serat dapat menyebabkan sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.

Konsumsi gula dan lemak berlebih dapat memicu resistensi insulin, obesitas, dan meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2.

3. Dampak Jangka Panjang bagi Kesehatan
Konsumsi berlebihan makanan ultra-proses seperti ekstrudat bisa meningkatkan risiko:

Penyakit Kardiovaskular: Kandungan garam dan lemak trans dapat memicu hipertensi dan kolesterol tinggi.

Gangguan Psikologis: Penelitian mengaitkan konsumsi makanan ultra-proses dengan depresi dan kecemasan.

Kanker: Beberapa studi menemukan hubungan antara akrilamida dan risiko kanker tertentu.

Cara Mengurangi Risiko

Agar lebih aman, konsumen disarankan untuk:

Membaca label nutrisi sebelum membeli agar mengetahui kadar gula, garam, dan lemak.

Mengutamakan makanan segar seperti sayur, buah, dan biji-bijian utuh untuk mencukupi gizi harian.

Mengontrol porsi konsumsi makanan olahan untuk mengurangi paparan senyawa berbahaya.

Dengan memahami proses dan risiko makanan ekstrudat, masyarakat bisa lebih bijak dalam memilih produk yang dikonsumsi sehingga kesehatan tetap terjaga dalam jangka panjang.(BY)