Padang – Satreskrim Polresta Padang melalui Tim Klewang menangkap dua pria, RAP (37) dan FS (43), yang diduga terlibat pencurian mobil pikap di wilayah Padang Timur. Penangkapan dilakukan pada Minggu (31/8/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat mengenai hilangnya kendaraan bermotor jenis pikap beberapa waktu lalu.
“Tim Klewang berhasil mengamankan kedua tersangka setelah serangkaian penyelidikan. Mereka diduga kuat terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor dengan pemberatan, yang merugikan korban hingga ratusan juta rupiah,” kata Kompol Yasin, Minggu (31/8).
Kasus pertama terjadi pada 14 Juni 2025 di Jalan Situjuh, tepat di depan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas. Korban, Harmon, kehilangan mobil pikap Suzuki Futura beserta muatan buah dan perlengkapan dagang, dengan kerugian sekitar Rp80 juta.
Kasus kedua tercatat pada 11 April 2025 di Jalan Kis Mangunsakoro, di depan Gudang Grafika. Korban, Romi Irman, melaporkan hilangnya mobil pikap Mitsubishi milik perusahaan PT Amanah Insanillahia, dengan total kerugian sekitar Rp64 juta.
“Dua laporan ini menjadi dasar penyelidikan intensif. Informasi yang kami peroleh mengarah pada kedua tersangka yang kini sudah diamankan,” jelas Yasin.
Penangkapan RAP bermula dari laporan masyarakat mengenai keberadaannya di depan Rumah Sakit Yos Sudarso, Kota Padang. Sementara FS berhasil diamankan di kediamannya di kawasan Dadok Tunggul Hitam, Koto Tangah, tanpa perlawanan.
Dari kedua tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit sepeda motor Honda Beat, kunci letter Y, tiga obeng ketok, serta dua kunci letter L yang diduga dipakai untuk melakukan pencurian. Beberapa kendaraan curian diketahui telah dijual ke luar daerah dan sebagian dijual terpisah.
Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolresta Padang. Penyidik masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melengkapi berkas perkara. “Kasus ini masih kami kembangkan. Ada kemungkinan jaringan lain terlibat dalam penjualan kendaraan curian ini, dan kami akan berkoordinasi dengan kepolisian daerah lain untuk mengungkap seluruhnya,” tutup Kompol Yasin.(des*)












