Padang Panjang – PLN Dorong Transformasi Huller Diesel ke Listrik untuk Tingkatkan Efisiensi dan Produktivitas
Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2025, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bukittinggi menggelar Forum Transformasi Huller Konvensional ke Huller Listrik pada Rabu (27/08) di Balairung Mifan, Padang Panjang.
Forum ini menjadi sarana sosialisasi dan diskusi antara PLN, PLN Electricity Services, serta para pengusaha penggilingan padi terkait migrasi dari huller berbahan bakar diesel ke huller berbasis listrik. Hadir dalam kegiatan ini, antara lain Camat Batipuh, Camat Batipuh Selatan, dan Camat X Koto. Transformasi ini diharapkan mampu menekan biaya operasional, meningkatkan produktivitas penggilingan padi, sekaligus mendukung pemanfaatan energi bersih di Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang Panjang.
Manager PLN UP3 Bukittinggi, Munawir Liling, menegaskan kesiapan PLN memfasilitasi pelaku usaha dalam melakukan peralihan dari diesel ke listrik. “Langkah ini merupakan upaya nyata PLN untuk membantu pengusaha penggilingan padi menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas. Dengan beralih ke listrik, biaya bahan bakar bisa ditekan, kualitas produksi meningkat, dan kita bersama-sama mendukung energi bersih untuk masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Senada, General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, menyebut transformasi huller listrik sebagai bagian dari strategi PLN mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi daerah. “Kami berkomitmen menghadirkan energi andal, efisien, dan ramah lingkungan. Percepatan migrasi dari diesel ke listrik tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat luas,” jelasnya.
Transformasi huller listrik ini juga sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian dan pemanfaatan energi bersih. Selain membahas huller listrik, forum juga menyoroti penggunaan pompa listrik untuk irigasi, yang dinilai dapat menstabilkan suplai air, meningkatkan hasil panen, serta menekan biaya operasional.
Salah satu pengusaha penggilingan padi, Roni, menyambut positif inisiatif PLN. “Biaya solar selama ini cukup tinggi dan membebani usaha kami. Dengan beralih ke listrik, biaya dapat ditekan, kapasitas produksi meningkat, dan usaha bisa berkembang lebih cepat. Kami berharap program ini berjalan lancar dan bermanfaat bagi semua pelaku usaha,” ujarnya optimis.(des*)












