Transformasi PLN Sejak 2020 Perkuat Daya Saing dan Efisiensi

Pengguna kendaraan listrik saat mengisi daya di SPKLU.
Pengguna kendaraan listrik saat mengisi daya di SPKLU.

Jakarta PT PLN (Persero) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang semester I tahun 2025, dengan total penjualan listrik mencapai 155,62 Terawatt hour (TWh).

Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,36% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 149,11 TWh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan apresiasinya atas dukungan kuat dari pemerintah dalam mendukung pencapaian tersebut. Ia menekankan bahwa kolaborasi antar-lembaga menjadi faktor penting dalam menjaga performa perusahaan di tengah tantangan global, seperti ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah serta seluruh pihak yang terus mendukung PLN. Sinergi ini menjadi fondasi kuat bagi pencapaian kinerja kami yang solid,” ujar Darmawan.

“Peningkatan konsumsi listrik masyarakat juga mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional,” lanjutnya.

Dari sisi keuangan, PLN membukukan laba bersih sebesar Rp6,64 triliun selama enam bulan pertama tahun ini. Angka tersebut melonjak 32,8% dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp5 triliun.

Baca Juga  Pemulihan Listrik Aceh Tuai Apresiasi, Petugas PLN Hadapi Risiko Tinggi

Pertumbuhan laba ini selaras dengan meningkatnya pendapatan perusahaan, yang per Juni 2025 tercatat mencapai Rp281,89 triliun, atau naik 7,57% dibandingkan pendapatan semester I tahun lalu yang sebesar Rp262,06 triliun.

Kontribusi terbesar terhadap penjualan listrik masih berasal dari sektor rumah tangga, yang menyerap 67,14 TWh atau sekitar 43,14% dari total konsumsi nasional. Angka ini meningkat 5,13% dibandingkan semester I tahun lalu, atau bertambah sekitar 3,27 TWh.

Sektor industri juga mencatat pertumbuhan konsumsi sebesar 2,66% secara tahunan, dengan volume mencapai 1.165 Gigawatt hour (GWh). Kenaikan ini terutama didorong oleh peningkatan permintaan dari industri makanan dan minuman, tekstil dan garmen, serta sektor karet dan plastik.

Darmawan menambahkan bahwa transformasi besar-besaran yang dijalankan PLN sejak 2020 telah memberikan dampak signifikan terhadap daya saing perusahaan.

Baca Juga  Debit Danau Singkarak Meningkat, Pemkab Solok Minta PLN Buka Pintu Air untuk Cegah Banjir Meluas

“Transformasi menyeluruh yang telah kami lakukan menjadi pondasi penting dalam mendorong efisiensi dan memperkuat ketahanan bisnis,” jelasnya.

 “Dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada pasar dan pelanggan, PLN mampu beradaptasi secara cepat terhadap berbagai dinamika eksternal, sekaligus memastikan pasokan energi yang andal, kompetitif, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Darmawan.(des*)