TANGERANG – GWM Indonesia sukses menarik perhatian pengunjung Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, dengan menghadirkan berbagai pilihan kendaraan, mulai dari mesin pembakaran internal (ICE), hybrid (HEV), hingga listrik murni (BEV). Dari semua model yang dipamerkan, Tank 300 varian diesel mencatat jumlah pemesanan terbanyak.
Tank 300 Diesel Jadi Primadona di GIIAS 2025
Selama ajang GIIAS 2025 berlangsung hingga hari terakhir, GWM berhasil membukukan hampir 400 unit Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Capaian ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan hasil penjualan GWM pada pameran yang sama di tahun sebelumnya.
Dari total pemesanan tersebut, lebih dari setengahnya—sekitar 58%—merupakan pesanan untuk model Tank 300 Diesel. Di posisi berikutnya, mobil listrik Ora 03 menyumbang sekitar 25% dari jumlah SPK.
Data ini sejalan dengan survei yang dilakukan terhadap ratusan pengunjung pameran. Sebanyak 27% responden memilih Tank 300 Diesel sebagai kendaraan favorit mereka. Sementara itu, Tank 300 HEV dan Ora 03 BEV masing-masing dipilih oleh 22% responden, disusul oleh Haval Jolion HEV (12%), Tank 500 HEV (11%), dan Haval H6 (6%).
Strategi Global GWM untuk Pasar Indonesia
Martina Danuningrat, selaku Strategy & Marketing Director GWM Indonesia, mengungkapkan bahwa keikutsertaan GWM di GIIAS 2025 membawa misi global perusahaan yang mengusung pendekatan fleksibel terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat.
“Konsep ‘All Scenarios, All Powertrains, All Users’ kami hadirkan karena kami menyadari bahwa inovasi bukanlah solusi tunggal. Kami menghargai keberagaman preferensi konsumen,” ujar Martina.
Profil Pengunjung dan Preferensi Kendaraan
Hasil survei internal GWM menunjukkan bahwa pengunjung GIIAS 2025 terdiri dari 54% pria dan 46% wanita. Berdasarkan kategori usia, Generasi Z mendominasi dengan porsi 52%, diikuti Generasi X (23%) dan Milenial (21%).
Menariknya, survei ini juga mengungkap bahwa setengah dari responden masih berada dalam tahap eksplorasi dan belum memutuskan jenis kendaraan yang akan dibeli. Hanya 20% yang telah menentukan pilihan pada mobil listrik murni (BEV), 12% pada kendaraan hybrid (HEV), 11% pada plug-in hybrid (PHEV), dan 11% lainnya lebih memilih kendaraan berbasis mesin pembakaran konvensional (ICE).(BY)












