Solok – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kota Solok memperkuat pengawasan terhadap peredaran beras oplosan di wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan, menyusul temuan kasus beras oplosan yang saat ini tengah ditangani aparat penegak hukum.
Kepala DPKUKM Kota Solok, Zulferi, menegaskan bahwa sejauh ini belum ditemukan peredaran beras oplosan di Kota Solok. Namun, pihaknya tetap waspada dan meningkatkan pengawasan, terutama di minimarket dan pedagang beras.
“Meski belum ada temuan di Solok, pengawasan tetap kami intensifkan agar tidak ada celah bagi beras oplosan masuk, termasuk mencegah beras Solok yang terkenal justru dioplos oleh oknum tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Zulferi menekankan pentingnya menjaga reputasi beras Solok yang sudah dikenal luas karena kualitas dan cita rasanya yang unggul. Oleh karena itu, selain pengawasan di pasar, DPKUKM juga menjalin kerja sama dengan Dinas Pertanian dan pihak terkait lainnya untuk memastikan keaslian beras dari hulu ke hilir.
“Kami secara rutin melakukan pengecekan ke pasar, minimal dua kali dalam seminggu bersama stakeholder terkait. Selain itu, pengawasan juga dilakukan langsung ke tempat penggilingan padi (huller), agar kualitas beras tetap terjaga dan konsumen tidak dirugikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa jenis beras yang beredar di Kota Solok sebagian besar berasal dari petani lokal, di antaranya varietas Sokan, Anak Daro, Bujang Marantau, IR 42, hingga Caredek.
“Namun, beras jenis Sokan dan Anak Daro menjadi favorit masyarakat karena cita rasanya yang lezat dan kualitas yang sangat baik,” tambah Zulferi.
Terkait harga di pasaran, ia menyebutkan bahwa meski tergolong tinggi, harga beras masih dalam batas wajar dan relatif stabil.
“Jika ada pedagang yang menetapkan harga terlalu tinggi, akan kami beri peringatan. Tapi secara umum, harga di pasar masih seragam,” tutupnya.(des*)












