The New York Times Soroti Gado-Gado, Kuliner Nusantara yang Mendunia

Gado-gado masuk dalam daftar 24 salad terenak di dunia.
Gado-gado masuk dalam daftar 24 salad terenak di dunia.

Jakarta – Saat mendengar kata “salad terenak dunia”, mungkin yang terbayang adalah hidangan dari Eropa seperti Italia atau Prancis, atau dari Asia Timur seperti Jepang. Namun, siapa sangka, salah satu salad asal Indonesia, gado-gado, berhasil mencuri perhatian dunia internasional dan masuk dalam jajaran 24 salad terbaik versi global.

Tak hanya lezat, gado-gado menyimpan kekayaan budaya dan cita rasa yang menjadi ciri khas Indonesia. Hidangan ini menyatukan beragam bahan lokal dan bumbu autentik yang kuat, menciptakan harmoni rasa yang memikat.

Gado-Gado, Representasi Cita Rasa Nusantara
Di antara nama-nama besar seperti panzanella dari Italia, salade niçoise dari Prancis, atau som tum dari Thailand, gado-gado tampil menonjol dengan identitas kulinernya yang khas. Isinya terdiri dari aneka sayuran rebus seperti bayam, kol, tauge, kacang panjang, kentang, hingga mentimun segar. Gado-gado juga biasanya dilengkapi tahu, tempe, telur rebus, bahkan lontong atau nasi sebagai pelengkap karbohidrat.

Yang membuat hidangan ini begitu spesial adalah saus kacangnya. Dibuat dari kacang tanah yang ditumbuk bersama bawang putih, cabai, gula merah, asam Jawa, dan terkadang santan, saus ini menghadirkan kombinasi rasa manis, gurih, asam, dan sedikit pedas dalam satu suapan.

Setiap wilayah di Indonesia pun memiliki gaya penyajian gado-gado yang unik. Di Jakarta, misalnya, gado-gado disajikan lengkap dengan lontong dan kentang, sementara di Jawa Barat terdapat versi mentah yang dikenal sebagai karedok, yang menggunakan sayuran segar tanpa proses perebusan.

Salad: Lebih dari Sekadar Makanan, Ini Representasi Budaya
Salad tak sekadar campuran sayuran dan saus. Ia bisa mencerminkan budaya, iklim, hingga sejarah suatu daerah. Di beberapa tempat, salad bisa sesederhana irisan tomat dan garam. Namun, di negara lain, salad bisa berarti olahan kompleks dengan fermentasi, daging, atau bumbu yang kaya.

Sebagai contoh, Italia punya panzanella, salad roti khas Tuscany yang memanfaatkan roti lama. Di Myanmar ada laphet thoke, salad teh fermentasi yang menjadi bagian penting dalam berbagai tradisi keluarga. Thailand terkenal dengan som tum, salad pepaya muda yang pedas-asam-gurih-manis, dan Prancis punya salade niçoise yang elegan.

Sementara itu, gado-gado tampil sebagai contoh sempurna bagaimana makanan bisa menjadi identitas bangsa—penuh warna, kaya rasa, dan sarat makna.

Daftar 24 Salad Terenak Dunia
Berikut daftar 24 salad paling nikmat yang diakui secara internasional:

Panzanella – Italia

Salade Niçoise – Prancis

Yusheng – Singapura

Narangi Salad – India

Salat Katzutz – Israel

Chopped Salad dengan Jicama & Pepitas – Meksiko

Gammaldags Pressgurka – Swedia

Shopska Salad – Bulgaria

Ensalada de Palmitos – Argentina

Laphet Thoke – Myanmar

Horiatiki (Greek Salad) – Yunani

Pipirrana – Spanyol

Som Tum – Thailand

Cobb Salad – Amerika Serikat

Tabbouleh – Lebanon

Sunomono – Jepang

Schwabischer Kartoffelsalat – Jerman

Gado-Gado – Indonesia

Shirazi Salad – Iran

Olivier Salad – Rusia

Waldorf Salad – Amerika Serikat

Caesar Salad – Meksiko

Timatim – Ethiopia

Kachumbari – Afrika Timur

Dengan masuknya gado-gado ke daftar bergengsi ini, Indonesia sekali lagi menunjukkan bahwa warisan kulinernya tak kalah dari negara-negara lain. Sepiring salad sederhana ternyata bisa menjadi simbol rasa, budaya, dan kebanggaan bangsa.(BY)