Jakarta – Air rebusan dari berbagai jenis daun kerap dipercaya sebagai alternatif alami untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, mengonsumsinya tanpa pemahaman yang tepat justru bisa membahayakan kesehatan, terutama fungsi ginjal.
Dr. Sigit Sholichin, seorang dokter spesialis urologi, mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan mengonsumsi ramuan herbal dari rebusan daun. Ia menegaskan bahwa bahan alami sekalipun bisa mengandung zat yang bersifat nefrotoksik atau beracun bagi ginjal.
“Obat-obatan dari daun yang direbus bisa saja menghasilkan senyawa berbahaya bagi ginjal. Tanpa dosis yang jelas, kandungan dalam rebusan tersebut bisa menjadi racun,” ujar Sigit, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (1/7), seperti dikutip dari Antara.
Konsumsi Berlebihan Bisa Merusak Ginjal
Dr. Sigit menjelaskan bahwa kesalahan umum terletak pada takaran dan durasi perebusan yang tidak sesuai. Misalnya, berapa lembar daun yang digunakan, berapa banyak air, serta berapa lama proses perebusan berlangsung—semua itu seharusnya memiliki panduan yang jelas.
Tanpa pemahaman tersebut, air rebusan bisa mengandung zat berlebih yang memberi tekanan pada fungsi ginjal.
“Bukan berarti karena alami lalu aman dikonsumsi sembarangan. Dosis tetap penting. Kalau takarannya tidak tepat, justru bisa memicu kerusakan ginjal,” tegasnya.
Contoh Kasus: Rebusan Daun Sukun
Salah satu contoh yang cukup populer adalah air rebusan daun sukun. Ramuan ini kerap dikonsumsi untuk meredakan asma, nyeri sendi, hingga sakit gigi. Secara ilmiah, daun sukun memang mengandung senyawa antioksidan dan antiinflamasi.
Namun, kandungan kalium (potasium) yang tinggi di dalamnya bisa memberikan dampak negatif, khususnya jika dikonsumsi setiap hari. Kalium berlebih berisiko mengganggu keseimbangan elektrolit dan fungsi ginjal, terutama bagi orang dengan gangguan ginjal yang sudah ada sebelumnya.
Faktor yang Mempengaruhi Risiko
Tidak semua jenis daun aman dikonsumsi dalam bentuk rebusan, apalagi tanpa takaran dan pengetahuan medis yang memadai. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:
Jenis dan kandungan nutrisi daun
Dosis konsumsi dan durasi pemakaian
Metode perebusan
Kondisi kesehatan individu
Setiap faktor tersebut berperan dalam menentukan apakah air rebusan daun memberikan manfaat atau justru efek negatif.
Saran Penting: Konsultasi Sebelum Konsumsi
Sebelum menjadikan air rebusan daun sebagai bagian dari rutinitas kesehatan harian, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Ini penting agar penggunaan ramuan herbal tetap aman dan tidak memberikan risiko jangka panjang, khususnya pada organ vital seperti ginjal.
“Jangan anggap enteng penggunaan bahan herbal. Lebih baik tanyakan pada ahlinya agar manfaatnya optimal dan tidak membahayakan tubuh,” tutup Dr. Sigit.(BY)












