Jakarta – Operasi Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya Memasuki Hari Keenam, Libatkan Ribuan Personel Gabungan
Upaya pencarian terhadap korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali terus berlanjut memasuki hari keenam, Senin (7/7/2025). Kantor SAR Kelas A Surabaya mengerahkan 1.022 personel gabungan serta puluhan alat utama (alut) untuk menyisir area pencarian yang dibagi menjadi tiga sektor, yakni udara, laut, dan darat.
Fokus operasi hari ini diarahkan pada pencarian udara menggunakan helikopter HR-3606, pencarian laut oleh sembilan tim Sea Rescue Unit (SRU), serta patroli darat yang menyisir garis pantai di wilayah Ketapang dan Gilimanuk.
Beragam armada laut turut dikerahkan dalam misi ini, melibatkan unsur dari Basarnas, TNI AL, Polairud, dan potensi SAR lainnya. Di antara kapal yang terlibat ialah KRI Spica 934, KN SAR Permadi, KN Arjuna, KRI Tongkol, serta KP Bima 7014.
Data Terbaru Korban KMP Tunu Pratama Jaya:
* Selamat: 30 orang
* Meninggal dunia: 8 orang
* Masih dalam pencarian: 27 orang
* Belum teridentifikasi: 2 orang
Kapal naas tersebut diketahui mengangkut total 53 penumpang, 12 kru, dan 22 unit kendaraan saat insiden terjadi.
Tim darat (SRU 3) melakukan penyisiran intensif di sepanjang pesisir Ketapang dan Gilimanuk. Apabila ditemukan, korban akan segera dievakuasi ke RSUD Negara Jembrana atau RSUD Blambangan Banyuwangi untuk mendapatkan penanganan medis.
Dalam laporan resmi SAR disebutkan bahwa setiap unit pencarian telah dibekali koordinat dan jalur pencarian masing-masing, baik di laut maupun di wilayah pesisir.
Kondisi cuaca di lokasi operasi dilaporkan hujan disertai awan tebal. Angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan antara 13 hingga 17 knot, sementara tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2 meter. Arus laut permukaan bergerak ke arah barat daya. Meskipun kondisi kurang bersahabat, seluruh tim tetap menjalankan misi dengan penuh komitmen.
Operasi SAR ini menjadi bentuk sinergi lintas instansi, melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, KSOP, Dinas Perhubungan, tim medis, perusahaan pelayaran, hingga nelayan lokal. Mereka didukung berbagai alut utama, termasuk kapal patroli, kapal tunda, helikopter, dan ambulans dari sejumlah lembaga.
“Ini adalah misi kemanusiaan. Kami berkomitmen untuk terus melakukan pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan diberikan penanganan terbaik,” ujar salah satu petugas SAR.(des*)












