Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mendapat persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk melanjutkan agenda restrukturisasi besar-besaran yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi keuangan dan operasional maskapai nasional tersebut.
- Langkah Perbaikan Menyeluruh
Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, menyampaikan bahwa agenda restrukturisasi ini mencakup serangkaian strategi penting, mulai dari memperkuat struktur modal hingga mengelola performa keuangan perusahaan. Fokus utama diarahkan pada peningkatan ekuitas, peremajaan dan penambahan armada, serta pembenahan anak usaha dan percepatan pemulihan volume penumpang.
- Komitmen Transformasi Bisnis
Rangkaian langkah tersebut menjadi bagian dari peta jalan transformasi menyeluruh yang tengah dijalankan Garuda Indonesia. Transformasi ini merupakan lanjutan dari program restrukturisasi sebelumnya yang dilakukan sejak 2021 hingga 2023, di mana fokus utama saat itu adalah penyelamatan bisnis melalui restrukturisasi kewajiban, efisiensi armada, dan pengendalian biaya operasional.
Ke depan, Garuda Indonesia akan mengimplementasikan 11 strategi prioritas sebagai bagian dari roadmap jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah peningkatan jumlah armada secara bertahap hingga mencapai sekitar 120 unit serta pembukaan setidaknya 100 rute baru hingga tahun 2029, baik domestik maupun internasional.
- Penguatan Ekosistem dan Digitalisasi
Selain itu, perusahaan juga berencana memperkuat ekosistem penerbangan melalui sinergi antar lini usaha, memperluas inisiatif digitalisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengguna jasa penerbangan.
“Persetujuan yang diberikan oleh pemegang saham dalam RUPSLB hari ini menjadi momen penting bagi Garuda Indonesia untuk melangkah lebih jauh sebagai maskapai yang sehat, kompetitif, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Wamildan dalam pernyataan resminya, Senin (30/6/2025).
- Performa Positif Kuartal Pertama 2025
Kinerja Garuda Indonesia pada kuartal I tahun 2025 menunjukkan tren positif. Salah satu faktor pendorongnya adalah peningkatan signifikan pada sektor penerbangan charter, yang tumbuh hampir 93 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara keseluruhan, pendapatan operasional konsolidasian hingga 31 Maret 2025 naik sebesar 1,63 persen, dengan total mencapai US$723,56 juta. Dalam periode tersebut, Garuda Indonesia Group berhasil melayani lebih dari 5 juta penumpang—terdiri dari 2,65 juta penumpang Garuda Indonesia dan 2,48 juta penumpang Citilink.(BY)












