Dibalik Murahnya BBM Iran, Subsidi Jumbo hingga Risiko Penyelundupan

Kenapa harga BBM di Iran menjadi yang terendah di dunia?
Kenapa harga BBM di Iran menjadi yang terendah di dunia?

Jakarta Iran kembali mencuri perhatian dunia dengan menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) termurah secara global. Berdasarkan data terbaru, harga bensin di negara tersebut hanya sekitar USD0,029 per liter, atau setara dengan Rp482 jika menggunakan kurs Rp16.611 per dolar AS.

Harga super murah ini tak lepas dari campur tangan pemerintah yang secara konsisten memberikan subsidi besar di sektor energi. Langkah ini dinilai sebagai upaya Iran menjaga kestabilan ekonomi domestik, terutama karena negara tersebut masih menghadapi tekanan dari sanksi internasional yang berkepanjangan.

Dilansir dari berbagai sumber, meskipun aktivitas ekspor minyak Iran dibatasi secara ketat, pemerintah tetap mengalokasikan anggaran besar untuk membantu masyarakatnya melalui subsidi BBM. Langkah ini dinilai unik karena bertolak belakang dengan kebijakan banyak negara lain yang justru mengurangi subsidi akibat keterbatasan anggaran negara.

Baca Juga  Masuk Segmen Hybrid, Lepas L8 Unggulkan Teknologi Hemat BBM dan Kabin Mewah

Namun, kebijakan harga murah ini juga menimbulkan sejumlah tantangan. Subsidi energi dalam jumlah besar dinilai tidak berkelanjutan dalam jangka panjang dan dapat memperbesar ketergantungan masyarakat terhadap energi fosil. Selain itu, selisih harga BBM yang mencolok antara Iran dan negara tetangga seperti Pakistan dan Afghanistan turut mendorong terjadinya penyelundupan bahan bakar.

Baca Juga  Transformasi Digital Sukses, Pendapatan PLN Melonjak ke Rp487,38 Triliun

Fenomena penyelundupan ini menjadi masalah serius yang berpotensi merugikan ekonomi nasional serta menyulitkan pengelolaan pasokan energi dalam negeri.(BY)