Jakarta – Jika Anda merasakan beberapa tanda yang tidak biasa pada tubuh, ada baiknya waspada. Gejala ini bisa menjadi indikasi bahwa asupan garam Anda sudah berlebihan.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyoroti kebiasaan konsumsi garam masyarakat Indonesia. Rata-rata orang Indonesia mengonsumsi 11 gram garam per hari, jumlah ini lebih dari dua kali lipat batas yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Asupan garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular, termasuk tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Ciri-Ciri Konsumsi Garam Berlebihan
Untuk mengetahui kadar garam dalam makanan, sebaiknya periksa label kemasan. Namun, tidak semua makanan mencantumkan informasi kandungan garamnya. Oleh karena itu, perhatikan beberapa tanda berikut yang bisa menjadi indikasi bahwa tubuh Anda kelebihan asupan garam:
1. Tubuh Membengkak
Jika pakaian terasa lebih sempit, ada kemungkinan berat badan meningkat atau tubuh mengalami retensi cairan akibat konsumsi garam yang tinggi.
“Terlalu banyak garam membuat tubuh menahan air, menyebabkan pembengkakan dan perut kembung,” ujar ahli gizi Maggie Michalczyk, dikutip dari Eating Well.
Gejala ini bisa terlihat dari wajah yang tampak bengkak, lingkaran hitam di bawah mata, hingga jari-jari tangan yang terasa lebih besar.
2. Sering Sakit Kepala
Garam mengandung natrium, yang dalam jumlah berlebih dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh. Akibatnya, tubuh bisa mengalami dehidrasi karena natrium yang berlebih akan dikeluarkan melalui urin.
Saat tubuh kehilangan banyak cairan, otak dapat mengalami penyusutan sementara, yang berujung pada sakit kepala. Dalam kondisi ekstrem, kelebihan garam dapat menyebabkan mual, pusing, hingga muntah.
3. Merasa Sangat Haus
Salah satu tanda konsumsi garam yang berlebihan adalah mulut terasa kering dan muncul keinginan untuk terus minum.
Menurut Michalczyk, garam menyebabkan tubuh menahan air dan menarik cairan dari jaringan tubuh. Akibatnya, tubuh mengirimkan sinyal haus sebagai cara untuk mengembalikan keseimbangan cairan.
4. Sering Buang Air Kecil
Selain rasa haus yang berlebihan, konsumsi garam yang tinggi juga bisa membuat seseorang lebih sering buang air kecil.
Tubuh secara alami akan mengeluarkan kelebihan natrium melalui urin. Jika Anda sering merasa haus dan bolak-balik ke toilet, bisa jadi tubuh sedang berusaha mengeluarkan garam yang berlebih. Kondisi ini juga perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda awal diabetes, yang ditandai dengan frekuensi buang air kecil yang meningkat.
“Garam dapat memengaruhi fungsi ginjal dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gagal ginjal,” tambah Michalczyk.
5. Mengidam Makanan Asin
Jika Anda sering menginginkan makanan asin, kemungkinan besar tubuh sudah terbiasa dengan asupan garam yang tinggi. Hal ini bisa menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.
Untuk mengurangi konsumsi garam, disarankan menguranginya secara bertahap dengan mengurangi penggunaan garam dalam makanan sehari-hari.(BY)












