Sport  

Tampil Kokoh, Jay Idzes Buat Mateo Retegui Tak Berkutik di Pertandingan Atalanta vs Venezia

Jay Idzes kala membela Venezia.
Jay Idzes kala membela Venezia.

Fativa.id – Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, mendapat banyak pujian setelah tampil solid saat Venezia menghadapi Atalanta. Ia berhasil meredam ketajaman pencetak gol terbanyak Liga Italia musim ini dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gewiss pada Sabtu, 1 Maret 2025, malam WIB. Laga tersebut berakhir imbang tanpa gol, 0-0.

1. Performa Gemilang Jay Idzes

Jay Idzes tampil penuh selama 90 menit dalam pertandingan ini, menunjukkan peran pentingnya di lini pertahanan Venezia. Sepanjang laga, ia mencatatkan dua intersepsi serta enam kali sapuan bola. Tak hanya itu, Idzes juga melakukan dua tekel dan satu pelanggaran.

Dari sisi distribusi bola, akurasi umpan yang ia lakukan mencapai 66 persen. Selain itu, ia bermain disiplin tanpa menerima kartu, menunjukkan kualitasnya dalam menjaga lini belakang timnya dengan baik.

2. Buat Top Skor Liga Italia Frustrasi

Penampilan Jay Idzes berdampak langsung pada performa striker andalan Atalanta, Mateo Retegui. Pemain yang saat ini memimpin daftar top skor Liga Italia itu gagal mencetak gol dalam pertandingan ini. Meski mendapatkan beberapa peluang, Retegui kesulitan memanfaatkannya berkat penjagaan ketat dari Idzes dan rekan-rekan di lini pertahanan Venezia.

Padahal, dalam pertandingan sebelumnya, Retegui selalu menjadi andalan Atalanta dalam mencetak gol. Sejauh ini, ia telah mengoleksi 21 gol di Liga Italia 2024-2025, unggul dari beberapa penyerang top lainnya seperti Moise Kean (15 gol), Marcus Thuram (13 gol), dan Lautaro Martinez (10 gol).

3. Mendapat Banyak Pujian

Performa impresif Jay Idzes tak luput dari perhatian, termasuk dari pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini. Ia menilai lini pertahanan Venezia yang dikawal Idzes sangat terorganisir sehingga menyulitkan timnya dalam mencetak gol.

“Kami kurang konsisten dalam menyerang. Performa kami membaik di babak kedua, tetapi masih ada beberapa kesalahan teknis,” ujar Gasperini, dikutip dari Football Italia, Minggu (2/3/2025).

“Saya mencoba menempatkan Maldini di posisi De Ketelaere, tetapi ia cenderung terlalu sering menusuk ke dalam, yang bukan peran ideal baginya,” lanjutnya.

“Saya juga menarik keluar Retegui untuk mencoba skema serangan yang lebih melebar, tetapi kami tetap tidak mampu tampil seberbahaya seperti biasanya,” tutup Gasperini.(BY)