Auto2000, Minat Konsumen Terhadap Mobil Hybrid Masih Tinggi

Meski tak ada insentif, mobil hybrid Toyota tetap laris.
Meski tak ada insentif, mobil hybrid Toyota tetap laris.

JakartaPemerintah memastikan tidak akan ada kebijakan baru untuk industri otomotif sepanjang tahun ini, termasuk tidak adanya insentif untuk mobil hybrid. Padahal, beberapa merek sudah berharap adanya dukungan insentif untuk mobil jenis ini.

Sebagai informasi, penjualan mobil hybrid terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia lebih tertarik dengan kendaraan jenis hybrid dibandingkan dengan langsung beralih ke mobil listrik sepenuhnya.

Auto2000, sebagai dealer utama Toyota, tidak melihat adanya penurunan minat terhadap mobil hybrid. Menurut mereka, keputusan pemerintah untuk tidak memberikan insentif bagi mobil hybrid tidak berdampak negatif.

“Kami di Toyota tetap menjalankan strategi multi-pathway. Saat ini kami melihat bahwa setiap segmen memiliki pasarnya sendiri. Memang ada pasar untuk BEV, tetapi HEV dan PHEV juga masih memiliki segmennya,” ujar Yusuf saat ditemui di Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

“Jadi, meskipun pemerintah memutuskan untuk tidak memberikan insentif, kami melihat minat konsumen tetap cukup baik,” tambahnya.

Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid tercatat sebagai mobil hybrid terlaris pada semester I 2024, dengan penjualan wholesales mencapai 10.074 unit. Di posisi kedua, ada Suzuki XL7 Hybrid dengan 4.945 unit.

Di ajang GIIAS 2024, Innova Zenix Hybrid juga mendominasi penjualan Toyota dengan mencatatkan 1.305 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan). Sementara itu, Yaris Cross HEV mencatatkan 240 SPK, dan All New Toyota Alphard HEV sebanyak 121 SPK.

“Secara komposisi penjualan mobil hybrid meningkat, seiring dengan tren pasar dalam 2-3 tahun terakhir yang menunjukkan pergerakan ke arah segmen ini,” kata Jaka.

Meski demikian, Jaka berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih besar. Pasalnya, penjualan mobil di segmen harga Rp200 jutaan mengalami penurunan yang signifikan.

“Namun, di segmen harga sekitar Rp200 juta justru mengalami penurunan, sementara peningkatan terjadi di segmen harga di atas Rp200 juta,” tuturnya.(BY)