Kejar Target 70 Persen, Setiap Hari Ada Gerai Vaksinasi di Desa di Pariaman

Anggota polisi dan TNI memeriksa para pengunjung yang akan ke Pantai Gandoriah. Yang belum vaksin langsung diarahkan ke gerai vaksin yang disiapkan.(ist)


Pariaman – Jajaran  kepolisian di Pariaman bersama TNI terus memaksimalkan capaian vaksinasi. Setiap hari, tak ada hari tanpa vaksinasi.

Bahkan, pada Minggu (12/12), juga dilaksanakan kegiatan vaksinasi. Hari itu, vaksinasi menyasar para pengunjung objek wisata Pantai Gandoriah, salah satu objek wisata unggulan di kota salalauak tersebut. 

Kapolres  Pariaman, AKBP Deny Rendra Laksmana, M.Psi., kemarin mengatakan, pihaknya bersama jajaran TNI di kota itu memeriksa seluruh pengunjung yang datang di semua pintu masuk pantai. “Yang belum vaksinasi, kita arahkan ke gerai vaksinasi yang telah kita siapkan di Pantai Gandoriah untuk segera divaksinasi,” sebutnya didampingi Kabag Ops Polres Pariaman,  Jefrizal.

Hingga akhir pelaksanaan  vaksinasi sore hari tercatat ada 134 orang yang  berhasil divaksinasi vaksin Covid-19. “Ada 134 orang yang berhasil divaksin,” sebutnya.

Kapolres  mengakui, dia dan jajaran  bersama TNI  terus bahu membahu melakukan percepatan vaksinasi, mengingat di kota itu capaian masih dibawah 60 persen. Padahal, sebelumnya  ditargetkan hingga akhir tahun bisa mencapai 70 persen dari sasaran sebanyak 74.635 orang. 

Baca Juga  Andre Rosiade Bantu IRT Pengidap Tiroid di Nanggalo, Padang

Sampai Senin (13/12), capaian  vaksinasi di Kota Pariaman 57,24 persen atau 42. 275 orang. Makanya, setiap hari ditargetkan minimal ada dua desa yang bisa melaksanakan vaksinasi di daerah mereka, supaya  hingga  akhir tahun target 70 persen itu dapat tercapai. Di Kota Pariaman ada 71 desa dan kelurahan. “Hari ini (Senin-Red), ada tiga desa yang melaksanakan vaksinasi, yaitu Kampung Jawa, Batang Kabuang, dan Aia Santok. Target kita 100 orang per desa,” tambah Kabag Ops.

Validasi data

Kapolres  juga mengatakan, setiap desa dan kelurahan  saat ini juga melaksanakan validasi data sasaran vaksinasi. Hal itu dilakukan  mengingat cukup banyak warga di sana yang pergi merantau. Bahkan, tak sedikit masyarakat  usia pelajar atau mahasiswa yang tak tinggal di Pariaman, karena menempuh pendidikan di kota atau daerah lain. “Ini mestinya tak  lagi masuk dalam daftar sasaran vaksinasi di Kota Pariaman, karena  boleh jadi mereka sudah vaksin di kota tempat merantau,” sebutnya.

Belum lagi, ada masyarakat usia vaksinasi tapi tak bisa divaksinasi  karena penyakit, maka mereka mestinya juga keluar dari target sasaran. “Jadi nanti hasil validasi sudah berbentuk  by nama by adress, sehingga lebih terlihat sasaran yang hendak divaksinasi,” tuturnya.

Baca Juga  1 Pelaku Penembakan Brutal di Texas Ditangkap, 1 Masih Buron

Terlepas dari itu, dia mengingatkan setiap kepala desa atau lurah agar memperlakukan aturan pengurusan administrasi  atau pelayanan publik lainnya dengan mensyaratkan wajib sertifikat  vaksinasi. “Di sini, kami dalam pelayanan publik juga telah mengharuskan  sertifikat  vaksinasi,” tegasnya.

Kepada warga dimintanya segera divaksinasi  demi terwujudnya  herd immunity  atau kekebalan berkelompok. “Tahun  ini dengan adanya refocusing anggaran, masyarakat  ma sih bisa mendapatkan  vaksinasi secara gratis. Tahun depan, belum tentu. Makanya, kami ajak masyarakat  segera vaksinasi,” tegasnya.

Vaksinasi ditegaskannya juga untuk diri sendiri demi menjaga dari serangan virus corona. Vaksinasi dapat melindungi diri, karena bisa menumbuhkan  kekebalan dalam tubuh, disamping  tetap protokol  kesehatan. (von)


Editor : Musriadi Musanif