Disdikbud Bedah dan Debat Buku ‘Boekittinggi Tempo Doeloe’

Panitia Lomba Debat tentang Bukittinggi tempo dulu antar siswa SLTP se-Kota Bukittinggi diskusi.(ist)


Bukittinggi – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke 237 yang jatuh pada 22 Desember nanti, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyelenggarakan Bedah dan Debat Buku “Boekittinggi Tempo Doeloe” karya Zulqayyim. 

Lomba debat antar siswa SLTP se Kota Bukittinggi itu akan digelar di Aula SMPN 4 Panorama Bukittinggi, Sabtu (18/12).

Kepala Disdikbud yang diwakili Kepala SMPN 4 Panorama Bukittinggi Almasri, di ruang kerjanya Selasa, (14/12) kepada Singgalang menjelaskan dalam rangka memperingati HJK Bukittinggi ke 237 tahun ini, Walikota Erman Safar menegaskan kepada Disdikbud untuk menggelar Debat dan Bedah Buku Boekittinggi Tempo Doeloe yang ditulis Zulqayyim tahun 2006.

Wako Erman Safar, seperti yang ditirukan Almasri, berkeinginan siswa SLTP Bukittinggi dapat mengenal kota Bukittinggi  secara komprensif sehingga timbul kecintaan terhadap kota ini. Pelajar harus memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang sejarah masa lalu kota ini.

Baca Juga  Fraksi DPRD Tanah Datar Sorot Penurunan RAPBD-Perubahan 2021

Menurut Almasri, Wako Erman Safar senang dengan sejarah masa lalu. Untuk itu, ia melalui Disdikbud minta lebih sering mengadakan lomba yang berkaitan dengan sejarah kota ini. Kemudian, Disdikbud mempercayakan kepada SMPN 4 Panorama Bukittinggi sebagai tuan rumah penyelenggara Lomba Debat ini.

“Kota ini banyak menyimpan sejarah masa lalu. Generasi muda khususnya pelajar  harus memahami dan belajar sejarah sebagai modal untuk bersama-sama mengembangkan dan memajukan kota ini ke depan. Dalam perjalanan sejarah, pasca kemerdekaan kota ini telah berkembang dengan pesat tidak saja sebagai pusat perdagangan tetapi berkembang sebagai kota tujuan wisata di kawasan pulau Sumatera”, sebut Almasri menyampaikan pesan Walikota Erman Safar pentingnya menggelar Lomba Debat ini.

Baca Juga  Dua Tentara Turki Tewas dalam Serangan Teror di Suriah

Masih kata Almasri yang didampingi Panitia Lomba Debat Yuliendrita,  dan Rahmiwati, lomba debat ini diikuti 18 SLTP ( SMP dan MTS) se kota Bukittinggi. Melalui undangan yang disampaikan kepada kepala SMP dan MTS se Kota Bukittinggi, agar kegiatan debat berlangsung meriah dan menarik, diharapkan setiap sekolah mengirimkan tim terbaiknya setelah mengadakan seleksi di tingkat satuan pendidikan.(melati)


Editor : Musriadi Musanif