Tim Penggerak PKK Tanah Datar Ikut Webinar Bersama BNN

 

Ketua TP-PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra didampingi Wakil Ketua Ny. Patty Richi Aprian, dan Ketua I Ny. Rina Irwandi, menyimak serius paparan narasumber pada webinar kebangsaan yang salah satu pembahasannya terkait peredaran narkotika. (ist)

Tanah Datar – Ragam narkotika dan obat-obatan/bahan berbahaya (narkoba) terus berkembang. Saat ini, ada temuan 83 narkoba jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) di dunia. 

Jumlahnya akan terus berkembang, seiring dengan peningkatan kemampuan manusia melakukan penelitian.

‘’Ini jelas menjadi ancaman bagi perkembangan anak bangsa. Semua pihak harus meningkatkan kewaspadaan dan bekerjasama untuk membatasi peredarannya,’’ ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, medio pekan kemarin, saat mengikuti Webinar Kebangsaan Milenial dan Gen Z di Masa Pandemi.

Kegiatan itu dilaksanakan Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), dan diikuti secara nasional melalui media virtual oleh pengurus TP-PKK provinsi, kabupaten dan kota. Di Tanah Datar, selain Ny. Lise, juga bergabung Wakil Ketua Ny. Patty Richi Aprian, Ketua I Ny. Rina Irwandi, dan jajaran pengurus kabupaten beserta kecamatan.

Webinar secara resmi dibuka Ketua TP-PKK Pusat Ny. Tri Tito Karnavian dengan narasumber Kepala BNN Komjen Pol. Dr. Petrus Golose, Direktur PLRKM BNN dr. Amrita Devi, Sp.KJ, Selebgram/Youtuber Fadil Jaidi, dan Anggota DPR Farhan selaku moderator.

Baca Juga  3 Tersangka Kasus Perjalanan Dinas Fiktif DPRD Pasaman Barat 2019 Ditahan

Menurut Ny. Lise, maraknya peredaran narkoba memicu munculnya keprihatinan dari berbagai pihak, terutama di Kabupaten Tanah Datar. Dia berharap, untuk meminimalisir dan mengantisipasi peredaran narkoba, sudah saatnya pula di daerah berjuluk Luak Nan Tuo itu dibentuk Badan Narkotika Kabupaten (BNK), yang salah satu fungsinya adalah menyelamatkan anak bangsa dari bahaya narkotika.

‘’Untuk daerah-daerah yang belum punya BNK seperti Tanah Datar ini, upaya apa yang harus kita lakukan. Ini mengingat pecandu narkoba sangat banyak, dan kasusnya terus meluas setiap hari. Kabupaten Tanah Datar membutuhkan sarana rehabilitasi pecandu. Kini kita baru punya rumah tahanan,’’ sebutnya, seraya mengajukan pertanyaan kepada Kepala BNN Petrus tampil sebagai narasumber pada kegiatan itu.

Agar rehabilitasi para pecandu narkoba dan pem bentengan terhadap orang yang belum terpapar dapat dilakukan dengan intensif, TP-PKK Tanah Datar berharap, pemerintah atau instansi terkait dapat pula membentuk BNK dalam waktu dekat.

Sementara itu Petrus menyatakan, saat ini masyarakat dunia umumnya, dan Indonesia pada khususnya, dihadapkan pada situasi darurat narkoba seiring dengan banyaknya warga terpapar dan terus bermunculannya narkoba jenis baru, termasuk 83 jenis narkoba NPS tersebut.

Baca Juga  Alumni Al-Azhar Diminta Berperan Memperkuat ABS-SBK

‘’Ancaman penyalahgunaan narkoba terhadap stabilitas nasional juga nyata. Daya rusaknya sangat mengkhawatirkan, bah kan lebih serius dari bahaya korupsi dan terorisme. Narkoba merusak otak dan susah untuk disembuhkan. Kejahatan narkotika masuk kelompok kejahatan luar biasa yang terorganisir lintas negara,’’ katanya.

Petrus berharap, semua kalangan bisa terlibat aktif dalam mencari strategi dan menerapkan kebijakan perang melawan narkoba, serta harus terus digelorakan sampai ke tingkat desa, salah satunya adalah melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika. (von)