Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Tetap Stabil, Sri Mulyani Umumkan Data Terbaru

Cukai
Penerimaan Bea Cukai

Jakarta Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan, mengumumkan penerimaan dari kepabeanan dan cukai hingga April 2024 mencapai Rp95,7 triliun, naik tipis 1,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Komponen utama penerimaan tersebut, termasuk bea masuk, bea keluar, dan cukai, memengaruhi hasil tersebut.

Penerimaan dari bea masuk turun menjadi Rp15,7 triliun, dengan kontribusi penurunan terutama dari komoditas utama seperti kendaraan roda empat dan suku cadang kendaraan.

Di sisi lain, penerimaan dari bea keluar meningkat menjadi Rp5,8 triliun, khususnya dari bea keluar barang mineral yang tumbuh 6 kali lipat karena adanya relaksasi ekspor mineral.

Namun, penerimaan dari produk sawit mengalami penurunan tajam sebesar 68,3% karena harga minyak sawit mentah (CPO) turun.

Penerimaan dari cukai juga turun tipis menjadi Rp74,2 triliun, dipengaruhi oleh turunnya cukai hasil tembakau yang disebabkan oleh total produksi tembakau yang bergeser antara golongan 1 dan golongan 2. Selain itu, penurunan tarif efektif juga ikut berperan.

Sri Mulyani menekankan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara aktif melakukan pengawasan dan penindakan terhadap rokok ilegal, dengan lebih dari 4.000 penindakan dilakukan dan nilai barang hasil penindakan mencapai Rp311,3 miliar.(des)