Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk menargetkan penyelesaian lima bendungan pada tahun 2024. Saat ini, pengerjaan proyek-proyek tersebut sedang dipercepat.
SVP Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan bahwa lima proyek bendungan ditargetkan selesai tahun ini. Kelima proyek tersebut adalah Bendungan Temef di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah mencapai progres 96%, Bendungan Jlantah di Karanganyar, Jawa Tengah dengan progres 85%, Bendungan Rukoh di Aceh dengan progres 79%, Bendungan Bener di Purworejo, Jawa Tengah dengan progres 48%, dan Bendungan Jragung Paket 1 di Semarang, Jawa Tengah yang mencapai 42%.
“Pembangunan bendungan ini juga disertai dengan modernisasi irigasi melalui pengembangan inovasi dan pengelolaan irigasi yang mengandalkan suplai air dari bendungan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di wilayah tersebut,” ujar Ermy dalam keterangan pers, Jumat (17/5/2024).
Menurut Ermy, manfaat bendungan tidak hanya terbatas pada peningkatan ketahanan air dan pangan nasional, tetapi juga dalam pengembangan kawasan pariwisata.
“Hal ini tentunya dapat membantu pemerintah setempat dan negara dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan keterlibatan masyarakat sebagai pelaku bisnis UMKM,” tambahnya.
Sebagai BUMN Karya, Ermy memastikan bahwa Waskita mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan tata kelola air secara nasional dan global.
Waskita Karya, dengan kode saham WSKT, telah menyelesaikan beberapa proyek bendungan sebelumnya, seperti Bendungan Karian di Banten, Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan, Bendungan Leuwikeris di Jawa Barat, Bendungan Way Sekampung, dan Bendungan Margatiga di Lampung.
Ermy menilai bahwa pembangunan bendungan merupakan bentuk dukungan Waskita Karya terhadap rencana strategis pemerintah dalam meningkatkan ketahanan air dan pangan.(BY)












