![]() |
| Rezki Rifai |
Padang – Jika tak ada aral melintang, Silaturahmi Lintas Angkatan Ikatan Alumni SMA 1 (SLA-IASMA 1) Landbouw Bukittinggi akan kembali digelar secara hybrid dikarenakan pandemi Covid 19 masih belum berakhir. Direncanakan, SLA-IASMA 1 itu akan dilaksanakan 21 November 2021 nanti.
Ini adalah tahun kedua SLA-IASMA 1 dilangsungkan secara offline dan online dari dua tempat berbeda.
Tahun lalu dipusatkan di Jakarta karena panitianya sebagian besar berada di ibukota negara tersebut. Tahun ini kepanitiaan diserahkan kepada IASMA 1 Bukittinggi Sumatera Barat.
Untuk kelancaran acara, pengurus mempercayakan kepada Yofialdi, Manajer Keuangan PT Hayati Pratama Mandiri (Dealer motor Honda di Sumbar) sebagai ketua dari angkatan 93 dan Rezki Rifai yang sehari-hari pekerja di sebuah bank BUMN di kota Padang.
Kedua sosok itu memang sudah lama dan banyak ‘menukangi’ kegiatan dalam berorganisasi. Sebut saja HMI, Kahmi, IKAFE, Himaba, IKA Unand, Ikatan Akuntan Indonesia, Masika ICMI, PW NU, Sikola Cafe dan Kucindan, termasuk tentunya IASMA 1 Bukittinggi.
Satu terobosan kali ini dilakukan panitia adalah merekrut adik- adik angkatan 2000-an yang saat ini dikenal dengan kalangan milenial atau Generasi Z.
Selama ini adik-adik ini masih cenderung berada di luar lingkaran dan pantauan karena mungkin belum ingin terlalu terlihat oleh para alumni yang berada di atasnya.
Hingga saat pengurus menunjuk duet Yofialdi Rezki Rifai inilah kalangan milenial dengan berbagai ide yang kreatif di dalam pikirannya dilibatkan sebagai tim kreatif yang akan mempromosikan kegiatan SLA ini melalui media sosial yang saat ini sudah ibarat ‘kacang abuih’ dan sangat digemari semua kalangan.
Lihatlah Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Atta Halilintar, Aurel Hermansyah, Ria Ricis dan ribuan conten creator lainnya yang mempunyai pengikut jutaan dan menghasilkan pundi-pundi uang dari ide dan kreativitas mereka melalui media Youtube dan Instagram maupun Tik Tok.
Dalam beberapa hari saja, tim kreatif yang berisikan anak-anak muda di bawah komando Moli dan Gema ini berhasil menampilkan kreasi yang membuat mulut tak berhenti berdecak kagum.
Anak muda hebat, sebut saja Naufal, Rizky, Dila, Halim dan Lisna menjadi ujung tombak dalam mempersiapkan ide dan kreasi yang akan dipublikasikan di media sosial. Tentunya semua ide ini telah melalui Quality Control Ketua Panitia dan Sekretaris supaya konten yang muncul tetap dalam koridor bersinergi dan kolaborasi yang positif.
Semua konten akan dibuat semenarik mungkin sesuai dengan tema SLA tahun ini; ‘Bersinergi di Tengah Pandemi’. Dan yang membuat bulu merinding, adik-adik ini bekerja dengan semangat 45 secara ikhlas dan hasilnya sangat luar biasa.
Rangkaian SLA tahun ini tidak hanya berpusat di acara puncak, tetapi ada beberapa kegiatan pendahuluan yang semuanya hasil sinergi dan kolaborasi semua angkatan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan vaksinasi untuk siswa SMA 1 Bukittinggi yang dilaksanakan oleh Tim TPK. Selanjutnya vaksinasi kedua yang Insya Allah dilaksanakan dalam waktu dekat ini di kota Padang.
Kemudian, webinar Pari wisata dan Ekonomi Kreatif yang akan menghadirkan pembicara nasional dan mengupas tentang Sumatera Barat.
Aksi literasi pengumpulan 1.000 judul buku dan Business Talks serta Virtual Fun Run merupakan agenda berikutnya dan tentunya video inspiratif dari masing-masing angkatan yang akan ditampilkan sedemikian rupa oleh anak-anak muda kreatif di saluran media sosial IASMA 1 Bukittinggi serta puncak acara yang akan diadakan secara hybrid di kota Padang dan diikuti oleh puluhan ribu alumni yang terbesar di Indonesia maupun luar negeri.
Komunikasi lintas generasi dibangun dengan rasa hormat dan saling menghargai, sehingga tercipta sebuah harmoni yang menghasilkan karya. Insyaa Allah menggembirakan. Jadi, semua agenda acara ini yang melibatkan semua angkatan mulai dari 1959 sampai 2021 akan menjadikan acara ini sebuah sinergi dan kolaborasi untuk negeri yang dipersembahkan oleh IASMA 1 Bukittinggi.
“Semoga Tuhan memberikan rahmat dan ridhaNya sehingga niat positif bersilaturahmi di tengah pandemi ini men jadi layaknya serintik hujan di musim kemarau dan seteguk air di kehausan. Aaamiiin,” kata Rezki Rifai. (veri)













