Banyak Rel Kereta Api di Sumatera Barat, Sebuah Warisan Sejarah yang Harus Diapresiasi

Rel kereta api di Sumatera Barat.
Rel kereta api di Sumatera Barat.

Fativa.id – Jaringan rel kereta api di Sumatera Barat merupakan bukti bersejarah dari masa kolonial yang perlu dijaga dan dilestarikan. Konstruksi rel ini merupakan hasil kerja keras nenek moyang kita yang dipaksa oleh pemerintahan penjajahan Belanda.

Mengapa Belanda membangun rel kereta api di Sumatera Barat? Salah satunya adalah untuk menghubungkan Kota Padang dengan tambang-tambang batu bara di Ombilin. Pembangunan rel kereta api ini bukan hanya untuk tujuan ekonomi, tapi juga memiliki tujuan politik dan militer, seperti yang terlihat di Aceh, yang menjadi target taklukan Belanda.

Meskipun pembangunan rel kereta di Sumatera Barat belum sebesar di Jawa, namun sudah cukup mengesankan dengan jaringan sepanjang kurang lebih 400 kilometer pada akhir periode sistem ekonomi liberal.

Sekarang, jalur kereta api di Sumatera Barat akan dihidupkan kembali. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, telah mengumumkan bahwa reaktivasi jalur kereta api di beberapa wilayah telah dimasukkan ke dalam agenda pemerintah provinsi.

Baca Juga  KAI Tingkatkan Layanan di Stasiun Tabing, Tetap Pertahankan Nilai Sejarah

Selain jalur Padang-Padang Pariaman-Kayu Tanam, reaktivasi juga akan dilakukan untuk jalur Padang Panjang-Sawahlunto, Padang Panjang-Bukittinggi, dan Bukittinggi-Payakumbuh. Proses koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sedang berlangsung.

Gubernur Mahyeldi juga menyatakan bahwa kereta api akan difokuskan sebagai salah satu angkutan publik di Padang. Ini sejalan dengan rencana pembangunan tahun 2025 Sumatera Barat.

Reaktivasi jalur kereta api ini bukan hanya akan meningkatkan sektor transportasi, tetapi juga membangkitkan nostalgia masa lampau dan membuka peluang baru bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Rel kereta api bukan hanya menjadi warisan sejarah kolonial, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah bangsa kita. Pembangunan rel ini oleh pemerintah kolonial bertujuan untuk menghubungkan antar daerah.

Baca Juga  Ojol Bakal Dapat Insentif Setelah Masuk Kategori UMKM

Jalur kereta api di Sumatera Barat memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak zaman penjajahan Belanda dengan pembangunan jalur Pulau Air ke Padang Panjang pada 6 Juli 1887, yang kemudian diteruskan ke Bukittinggi sepanjang 90 kilometer dan dioperasikan mulai November 1891.

Meskipun banyak ruas kereta api di Sumbar yang tidak lagi aktif, namun jalur tersebut akan dihidupkan kembali, dimulai dengan beberapa ruas yang menjadi prioritas. (*)